261 kades Boyolali dapat Yamaha N Max

id Ratusan Kades Boyolali, dapat kendaraan operasional baru

261 kades Boyolali dapat Yamaha N Max

Ketua DPRD Kabupaten Boyolali S. Paryanto saat memberikan keterangan soal kendaraan dinas kades dan lurah di Kantor DPRD Kabupaten Boyolali. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bakal memberikan kendaraan operasional sepeda motor baru untuk ratusan kepala desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dengan total sebesar Rp7 miliar.

Kendaraan operasional berupa sepeda motor Yamaha N Max untuk 261 kades dan enam lurah tersebut sudah dianggarkan dalam APBD 2020, kata Ketua DPRD Kabupaten Boyolali S. Paryanto di Boyolali, Rabu.

Selain itu, kata S. Paryanto, Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama DPRD juga bakal menaikkan penghasilan tetap (siltap) untuk kades yang sudah dimasukkan pada APBD 2020.

Baca juga: Pelantikan 205 kades di Batang dijadwalkan dua tahap

"Kades dan lurah di Boyolali pada tahun 2020 semua akan mendapatkan sepeda motor karena anggaran sudah disiapkan Rp7 miliar," katanya.

Meskipun para kades dan lurah bakal mendapatkan kendaraan operasional baru,  sepeda motor dinas yang lama tidak akan ditarik. Namun, kendaraan dinas yang lama dapat dimanfaatkan untuk operasional perangkat desanya.

Pihaknya bersama eksekutif juga telah melakukan evaluasi penghasilan tetap kades beserta perangkatnya. Hal ini dilakukan setelah adanya audensi Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Boyolali, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dari hasil kesepakatan siltap kades bakal dinaikkan mulai 2020. Akan tetapi, kenaikannya belum signifikan, atau sebesar Rp500 ribu per bulan. Siltap kades pada tahun depan naik dari Rp3,5 juta menjadi Rp4 juta per bulan.

"Jika sesuai dengan permintaan Apdesi saat audensi dengan DPRD, siltap kades sebesar Rp5 juta," katanya.

Baca juga: 378 calon kades di Jepara ikrarkan pilkades damai

Hal tersebut, menurut dia, belum bisa terpenuhi karena Pemkab Boyolali pada tahun 2020 bersamaan dengan adanya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Boyolali.

Oleh karena itu, kata dia, banyak anggaran yang akan terserap untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Boyolali 2020. Dengan demikian, anggaran dana desa (ADD) belum bisa dinaikkan sekitar 11 persen.

Namun, pihaknya pada APBD 2021 baru dapat menaikkan agar siltap kades sesuai dengan harapan mereka. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar