Keraton Yogya tolak izin peminjaman fasilitas untuk Muslim United: Sedulur Saklawase

id keraton yogyakarta,muslim united,sultan HB X

Keraton Yogya tolak izin peminjaman fasilitas untuk Muslim United: Sedulur Saklawase

Keraton Ngayogyakarta. (ANTARA)

Yogyakarta (ANTARA) - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menolak izin peminjaman sejumlah fasilitas milik Keraton yakni Ndalem Pengulon, Masjid Gedhe Kauman, serta Alun-alun Utara untuk kegiatan "Muslim United: Sedulur Saklawase" yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI).

Dalam Acara yang sedianya digelar 11-13 Oktober 2019 itu, Ndalem Pangulon Masjid Gedhe rencananya akan digunakan sebagai area buffet atau prasmanan ustadz dan area VVIP acara Muslim United.

"Ya tidak (mengizinkan) to, fungsinya bukan untuk itu," kata Raja Keraton Ngayogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks DPRD DIY, Kamis.

Menurut Sultan, Ndalem Pengulon yang berada di kompleks Masjid Gedhe Kauman bukan tempat untuk menyiapkan makanan. Seperti diketahui Ndalem Pengulon merupakan tempat tinggal pejabat penghulu Keraton yang mengurusi masalah keagamaan di Keraton Yogyakarta.

"(Ndalem) Pengulon itu (hendak digunakan) untuk tempat menyiapkan makanan. Kan bukan bagiannya Pengulon untuk makanan," kata Sultan yang juga Gubernur DIY ini.

Kegiatan Muslim United sendiri sedianya akan mendatangkan beberapa ustadz seperti Abdul Somad, Hanan Attaki, Lutfi Basori, Adi Hidayat, Bachtiar Nasir, hingga Felix Siauw. Beberapa agenda akan dilaksanakan selama tiga hari meliputi Muslim Expo, Tabligh Akbar, Social Activity, Food Festival, Muslim Community Gathering dan Kids Corner.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono juga telah mengeluarkan surat tertanggal 28 September yang menyatakan belum mengizinkan peminjaman sejumlah tempat milik Keraton yakni Masjid Gedhe Keraton serta halaman, Ndalem Pangulon, dan Alun-alun Utara untuk kegiatan Muslim United.

Menantu Sultan HB X, KPH Notonegoro mengatakan mengingat sejumlah tempat yang dimaksud merupakan milik pribadi Keraton Yogyakarta, maka tidak perlu alasan untuk menjelaskan penolakan izin tersebut. "Ini kagungan (milik) Ndalem kok, kita tidak perlu (memberikan) alasan apa-apa," kata suami GKR Hayu ini.

Baca juga: Pemerintah kesulitan kucurkan dana untuk Keraton Surakarta

Baca juga: Sebagian keluarga Keraton Solo tampik perdamaian
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar