Perusahaan swasta di Pati diminta bantu warga kesulitan air bersih

id pemkab pati, ajak perusahaan swasta, bantu warga, kesulitan air bersih

Perusahaan swasta di Pati diminta bantu warga kesulitan air bersih

Suasana droping air bersih di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. ANTARA/dok.

Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengajak masyarakat, organisasi atau perusahaan swasta untuk membantu warga daerah itu yang mengalami kesulitan air bersih karena masih banyak yang membutuhkan bantuan air bersih.

"Musim kemarau kelihatannya masih panjang, sehingga sejumlah desa di Kabupaten Pati masih banyak yang mengalami kesulitan air bersih," kata Bupati Pati Haryanto. di Pati, Kamis.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat atau organisasi maupun perusahaan yang sekiranya memiliki dana lebih untuk disisihkan guna membantu warga yang masih kesulitan air bersih.

Baca juga: Kekeringan masing berlangsung, 73 desa di Banyumas krisis air bersih

Bantuan air bersih, lanjut dia, bisa dikirim langsung atau melalui BPBD maupun PMI.

Hingga saat ini, kata dia, memang banyak bantuan air bersih dari pihak swasta, baik secara perorangan maupun organisasi.

"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasihnya kepada instansi, perusahaan atau lembaga yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada warga maupun desa yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih saat ini," ujarnya.

Menurut dia hal itu sebagai bentuk kepedulian yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya sehingga sangat membantu masyarakat.

Baca juga: BPBD Cilacap salurkan 622 tangki air bersih ke warga kekeringan

Adapun pemberi bantuan air bersih pada hari ini (3/10), yakni dari BPR Bank Daerah, PMI, Bank BKK, Bank Jateng, PT Sahabat Mulia Sakti, PDAM Pati dan beberapa pihak lainnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility/CSR).

Jumlah bantuannya diperkirakan mencapai ratusan tangki air dengan kapasitas tangki berkisar 5.000 liter.

"Apabila di total semua maka sudah mencapai ribuan tangki yang telah dikirimkan kepada masyarakat. Mengingat bahwa kemarau dan kekeringan yang terjadi saat ini memang panjang," ujarnya.

Bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat, kata dia, tahun ini ada peningkatan bantuan dibandingkan tahun sebelumnya karena semakin banyak lembaga, organisasi maupun pihak lain yang peduli terhadap sosial.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Pati, jumlah desa yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih mencapai 88 desa yang tersebar di 21 kecamatan. 

Baca juga: Krisis air bersih melanda 27 desa di Temanggung
Baca juga: 18 desa di Banjarnegara terdampak kekeringan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar