Penurunan harga komoditas pokok berdampak deflasi makin dalam

id Solo, deflasi

Penurunan harga komoditas pokok berdampak deflasi makin dalam

Salah satu penjual cabai di Pasar Legi Solo. Cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi Kota Solo bulan September (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Penurunan harga sejumlah komoditas pokok berdampak pada makin dalamnya deflasi Kota Solo, Jawa Tengah, yaitu sebesar 0,26 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 131,83 pada September 2019.

"Deflasi ini disebabkan penurunan harga-harga yang ditunjukkan oleh turunnya angka indeks harga konsumen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Totok Tavirijanto di Solo, Selasa.

Ia mengatakan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok bahan makanan turun 2,25 persen dan kelompok kesehatan turun 0,07 persen.

Baca juga: Jateng deflasi 0,24 persen pada September

Laju inflasi tahun kalender periode Januari-September 2018 sebesar 1,96 persen dan laju inflasi secara "year on year" (yoy) sebesar 3,01 persen.

Meski demikian, ada beberapa kelompok yang memberikan sumbangan terhadap inflasi, di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,07 persen.

"Selain itu, ada pula kelompok sandang naik 1,24 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga naik 0,24 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,13 persen," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, kondisi yang sama juga terjadi di bulan lalu di mana bulan Agustus 2019 Kota Solo mengalami deflasi sebesar 0,16 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 132,18.

Pada bulan lalu, kelompok makanan masih memberikan kontribusi besar terhadap terjadinya deflasi. Berdasarkan data, kelompok tersebut mengalami penurunan indeks sebesar 0,79 persen.

"Selain itu, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 1,49 persen," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa komoditas pokok yang mengalami penurunan harga di antaranya cabai dan bawang putih. Salah satu pedagang di Pasar Legi Sri Lestari mengatakan untuk cabai rawit merah saat ini harganya Rp35.000/kg atau turun dari Rp50.000/kg sejak satu bulan yang lalu. Sedangkan cabai merah besar harga eceran Rp20.000/kg, rawit hijau Rp20.000/kg, rawit putih Rp15.000/kg, hijau besar Rp12.000/kg, dan cabai merah keriting Rp25.000/kg.

Komoditas lain yang juga mengalami penurunan harga, yaitu bawang putih di harga Rp25.000/kg atau turun dari sebelumnya di kisaran Rp27.000-30.000/kg.

"Penurunannya sudah sejak satu minggu yang lalu. Kalau untuk bawang merah hanya Rp10.000/kg karena sekarang kan sedang panen raya," katanya.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Jateng Semester I capai 5,37 persen
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar