Tiga negara tingkatkan keselamatan pelayaran di Selat Malaka

id pelayaran Selat Malaka

Tiga negara tingkatkan keselamatan pelayaran di Selat Malaka

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat konferensi pers Pertemuan Ke-12 Co-Operation Forum (CF). ANTARA/Wisnu Adhi

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Indonesia bersama Malaysia dan Singapura terus berupaya meningkatkan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka serta Selat Singapura.

Pertemuan tiga negara pantai membahas hal tersebut dalam Pertemuan Co-Operation Forum (CF) ke-12 di PO Hotel Semarang,  Jawa Tengah, Senin.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi saat membuka forum tingkat internasional mengatakan bahwa Selat Malaka dan Selat Singapura adalah salah satu jalur pelayaran paling strategis dan penting di dunia yang mengangkut sekitar sepertiga barang yang diperdagangkan di dunia.

Baca juga: KKP Tangkap Kapal Asing di Selat Malaka berikut Barang Bukti Ikan 100 Kilogram

Untuk itu, lanjut Budi, keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim sudah seharusnya menjadi perhatian utama, tidak hanya bagi ketiga negara pantai, namun juga seluruh para pemangku kepentingan serta pengguna Selat Malaka dan Selat Singapura.

Budi juga membahas mengenai peran International Maritime Organization (IMO) serta kontribusi dari negara pengguna dan pihak terkait untuk mewujudkan keselamatan navigasi serta perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Menurut Budi, Indonesia memprioritaskan kerja sama dengan seluruh negara anggota IMO untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran internasional, salah satunya adalah kerja sama untuk terus meningkatkan dan memperbaiki sarana bantu navigasi pelayaran.

"Indonesia telah berhasil meningkatkan dan memodernisasikan peralatan dan perlengkapan kenavigasian-nya, seperti misalnya GMDSS, VTS, serta sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP)," katanya.

Baca juga: Komandan Guspurla : Ada Pihak Asing Ingin Burukkan Citra Selat Malaka

Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan jalur pelayaran yang aman untuk pelayaran internasional, lanjut Budi,  pemerintah Indonesia juga telah berhasil membentuk dua Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok yang telah disetujui oleh Sidang MSC ke-101 tahun 2019.

"Untuk itu, saya berharap melalui forum ini, kita semua dapat memperkuat kerja sama kita dalam meningkatkan keselamatan pelayaran perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura, sekaligus menyediakan jalur pelayaran yang aman, terbuka dan bersih bagi pelayaran internasional," ujarnya.

Forum ini menjadi wadah utama bagi negara pengguna, industri pelayaran, dan pemangku kepentingan terkait lain untuk duduk bersama dan membuka dialog dengan ketiga negara pantai di Selat Malaka dan Selat Singapura yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Forum ini juga memfasilitasi kerja sama yang lebih nyata antara negara pantai, negara pengguna, industri pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keselamatan berlayar serta perlindungan lingkungan maritim di salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia tersebut.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar