Dukung ketersediaan daging nasional, Jateng tingkatkan populasi sapi

id Jateng,Populasi sapi,Daging

Dukung ketersediaan daging nasional, Jateng tingkatkan populasi sapi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi (paling kanan) mendamping Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita. (Foto:Wisnu Adhi)

Populasi sapi di Jateng ditarget bisa mencapai 4 juta ekor pada 2026, sedangkan saat ini tercatat baru 1,7 juta ekor dan menyumbang ketersediaan daging 15 persen di tingkat nasional
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus meningkatkan populasi sapi untuk menyumbang ketersediaan daging di tingkat nasional.

"Populasi sapi di Jateng ditarget bisa mencapai 4 juta ekor pada 2026, sedangkan saat ini tercatat baru 1,7 juta ekor dan menyumbang ketersediaan daging 15 persen di tingkat nasional," kata Kepala Disnak Keswan Provinsi Jawa Tengah Lalu Muhammad Syafriadi usai acara Gelar Potensi Peternakan Tingkat Jawa Tengah di GOR Rembang, Kabupaten Rembang, Rabu.

Ia mengungkapkan bahwa populasi sapi di Jateng saat ini sudah mencukupi kebutuhan daging di 35 kabupaten/kota, namun untuk tingkat nasional masih perlu ditingkatkan agar bisa menjadi lumbung daging.

Baca juga: Potensial, Solo butuh tempat penjualan sapi

Menurut dia, ada langkah yang harus ditempuh dan dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan populasi sapi yaitu melarang penyembelihan sapi betina produktif, serta inseminasi buatan.

Ia menyebutkan sapi betina menjadi sasaran pemotongan karena harga lebih murah dibandingkan sapi jantan dan jika ada sapi betina yang akan dipotong maka harus disertai surat dokter hewan yang menyatakan sapi tersebut sudah tidak produktif lagi.

Terkait dengan inseminasi buatan, kata dia, pemanfaatan genetika sapi unggul dan mengupayakan sapi lahir kembar pada tiap sapi betina yang bunting.

"Kalau itu bisa dipacu maka populasi sapi cepat meningkat. Ke depan sapi-sapi betina akan melahirkan anakan kembar, maka para inseminator ini jadi ujung tombaknya," ujarnya.

Baca juga: Penghasil susu dan daging, populasi sapi di Boyolali capai 188.000 ekor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menambahkan bahwa populasi sapi dan kerbau masih harus ditingkatkan karena sampai saat ini Indonesia masih melakukan impor.

Ia mengatakan, melalui Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) telah terjadi peningkatan pada program inseminasi buatan hingga mencapai lebih dari 10 juta ekor sapi.

"Selain beberapa upaya tadi, pemeliharaan ternak juga perlu diperhatikan oleh peternak dan pemilihan jenis pakan harus disesuaikan dengan kondisi ternak di masing-masing daerah," katanya.

Pada acara yang juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Peni Rahayu, Bupati Rembang Abdul Hafidz, kepala dinas peternakan kabupaten/kota dan ribuan peternak itu juga diadakan serangkaian kegiatan seperti kontes hewan ternak, serta pameran hewan ternak.

Baca juga: Pemilik sapi di Boyolali peroleh pemeriksaan gratis
 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar