Teknologi pangan perlu didukung ketersediaan lahan

id pangan

Teknologi pangan perlu didukung ketersediaan lahan

Lahan pertanian di Indonesia. ANTARA Foto/Adeng Bustomi

Purwokerto (ANTARA) - Pengembangan teknologi pangan di tanah air perlu didukung ketersediaan lahan pertanian, kata Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Kavadya Syska.

"Pengembangan teknologi pangan, perlu didukung sejumlah hal, khususnya terkait dengan ketersediaan lahan, ketersediaan data, insentif bagi petani hingga kebijakan impor," katanya di Purwokerto, Minggu.

Kavadya Syska yang merupakan Koordinator Program Studi Teknologi Pangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto tersebut mengatakan luas lahan yang terus menurun bisa menjadi kendala dalam pengembangan teknologi pangan sehingga perlu kebijakan tata guna lahan yang berpihak kepada pertanian.

Selain itu, dia juga mengatakan perlunya ketersediaan data yang terukur dan akurat untuk memetakan potensi dan masalah yang dihadapi di lapangan.

"Selain itu, perlu adanya insentif bagi petani untuk meningkatkan semangat bertani, khususnya bagi anak-anak muda atau petani milenial, dan yang tidak kalah penting adalah perlunya kebijakan impor yang berpihak kepada petani," katanya.

Selain itu, kata dia, perlunya peningkatan produktivitas dengan melakukan efisiensi produksi dan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Sementara itu, sebelumnya dia juga mengatakan perlunya lebih banyak riset di bidang pangan guna mendukung upaya peningkatan ketahanan dan kedaulatan pangan di tanah air.

Dia mengatakan penguatan riset pangan dibutuhkan oleh industri dan masyarakat.

"Melalui jenis riset pengembangan berbasis riset dasar yang kuat dapat berperan strategis dalam meningkatkan produk pangan," katanya.

Dia mengatakan, untuk mendorong lebih banyak riset di bidang pangan, perlu diperhatikan sejumlah hal.

"Misalnya, perlu peningkatan alokasi anggaran riset bidang pangan untuk mendukung peningkatan jumlah dan kualitas riset pangan dari hulu sampai hilir," katanya.
 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar