Puluhan peserta pentas budaya diduga keracunan nasi bungkus

id Peserta Pentas Budaya, Kecamatam Denpasar Timur, keracunan nasi bungkus, mulai membaik, Bali

Puluhan peserta pentas budaya diduga keracunan nasi bungkus

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Bali, Kolonel Infanteri Ketut Budiastawa (kiri), disela-sela Pentas Budaya pasca-Pemilu di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (5/5). ((Foto Antaranews Bali/Ayu Khania Pranishita/2019))

Denpasar (ANTARA) - Puluhan peserta gladi bersih persiapan acara Utsawa Dharma Gita dan pentas budaya yang diadakan di Banjar Anggabaya, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, mengalami keracunan dari nasi bungkus rekanan Dinas Kebudayaan Kota Denapsar yang dikonsumsi usai gladi pada (19/9).

"Pasien berobat di IGD RSUD Wangaya Kota Denpasar dari (20/9) berjumlah 46 orang dan yang sedang menjalani rawat inap (opname) 5 orang. Lanjut pada (21/9) pasien masuk lagi 18 orang sampai pukul 11.45 Wita semuanya boleh pulang," kata Kasubbag Humas dan Hukum RSUD Wangaya, Anak Agung Ngurah Suastika, dikonfirmasi melalui telepone pada Sabtu.

Ia mengatakan bahwa kejadian ini diduga akibat keracunan yang berasal dari nasi bungkus yang dibagikan saat acara gladi yang diadakan di Banjar Anggabaya, Kelurahan Penatih,Kecamatan Denpasar Timur.

Baca juga: Digagalkan, Penyelundupan Sabu Dalam Nasi Bungkus untuk Tahanan

A.A. Ngurah Suastika menambahkan untuk pasien yang sedang menjalani rawat inap dalam tahap observasi dari pihak Dokter yang menangani. Untuk gejala yang dirasakan oleh pasien adalah mual, muntah dan pusing.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi pasien dan untuk obat - obatan telah digratiskan dari Pemerintah.

"Untuk pasiennya, kita fasilitasi semua, petugas kesehatan kita turunkan semua, dan digratiskan obat - obatannya dari Pemerintah,"jelas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram.

Ia menjelaskan dua hari sebelum hari H acara lomba Baleganjur dan Utsawa Dharma Gita, diadakan gladi bersih pada (19/9), setelah selesai gladi seperti biasanya para peserta  bersama-sama makan nasi bungkus dan setelah itu kembali ke rumah masing - masing seperti biasa.

Kemudian pada (20/9), dari sebagian peserta yang mengonsumsi nasi bungkus waktu sebelumnya, muncul keluhan sakit perut. Setelah dilakukan pengecekan, sebagian peserta mulai merasakan sakit pada bagian perut ini, dominan yang ikut makan nasi bungkus bersama.

"Dalam rangka persiapan gladi itu nasi bungkusnya dibagikan, dan diduga mengandung bakteri karena tim kesehatan yang bawa ke BPOM, dari Dinas Kesehatan juga mengecek ke rekanan, kita semua juga kerjasama rekanan ini dan kebetulan yang kena itu kecamatan Dentim, dengan rekanan ini sudah dari tahun ke tahun dan sudah berijin ya mungkin kebetulan terjadi musibah," ucapnya.

I Gusti Ngurah Bagus Mataram menambahkan untuk hasil pemeriksaan penyebab diduga keracunan ini belum dapat dipastikan.

"Hasilnya ini belum turun apakah berasal dari mie nya, apakah dari telor nya atau sayurnya saya belum tahu itu, dan sedang menunggu juga untuk hasilnya,"katanya.

Menurut dia, untuk lima orang yang sedang rawat inap, perkembangan kondisinya telah membaik, hampir keseluruhan dari 46 juga sudah dipulangkan dan mulai membaik.

"Semua bisa hadir dan bisa bermain gamelan, walaupun dalam kondisi masih kurang bagus, bersyukur, mereka tetap bisa menunjukkan penampilan dengan maksimal," katanya.

Baca juga: Ganjar-Heru Bagikan Nasi Bungkus di Pekalongan
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar