Banyumas Kudu Resik tonggak kesadaran kebersihan masyarakat

id banyumas kudu resik,world cleanup day

Banyumas Kudu Resik tonggak kesadaran kebersihan masyarakat

Peserta kegiatan Banyumas Kudu Resik saat memunguti sampah di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (21/9/2019) pagi. ANTARA/Sumarwoto

Sampah plastik yang ada dan sudah kita lalaikan serta tercampur tanah itu harus dibuang dulu. Jangan ada lagi (sampah plastik)
Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Achmad Husein mengharapkan kegiatan Banyumas Kudu Resik (Banyumas Harus Bersih, red.) menjadi tonggak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arti pentingnya kebersihan terutama dalam mengurangi sampah plastik.

"Sampah plastik yang ada dan sudah kita lalaikan serta tercampur tanah itu harus dibuang dulu. Jangan ada lagi (sampah plastik)," katanya di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Bupati mengatakan hal itu kepada wartawan usai membuka kegiatan Banyumas Kudu Resik yang menjadi bagian dari World Clean up Day 2019.

Menurut dia, upaya yang harus dilakukan saat sekarang adalah mengurangi sampah platik hingga akhirnya benar-benar tidak ada sampah-sampah anorganik itu.

"Gerakan seperti ini sebetulnya setiap hari Jumat ada. Jadi, kesadaran ini jangan cuma seremonial dan jangan hanya kelihatan membawa-bawa ini (capit dari bambu, red.) tapi tidak bergerak," katanya sambil menunjukkan capit yang dibawanya.

Baca juga: DPRD Jateng dukung "World Cleanup Day 2018"

Lebih lanjut, dia mengatakan kegiatan Banyumas Kudu Resik digelar di 27 kecamatan se-Kabupaten Banyumas dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga mengadakan lomba untuk mencari yang terbaik di antara seluruh kecamatan.

"Kemudian dari pemerintah daerah itu (melakukan kegiatan) di sepanjang jalur antara Hutan Kota dan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Suyanto mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 500.000 peserta mengikuti kegiatan Banyumas Kudu Resik tersebut.

Menurut dia, hal itu disebabkan kegiatan tersebut juga dilaksanakan di setiap kantor organisasi perangkat daerah dan seluruh sekolah mulai dari SD hingga SMA termasuk pondok pesantren dan perguruan tinggi.

"Tujuannya supaya mereka ada tindak lanjut yang berkelanjutan. Kami merencanakan setiap tahun ada (kegiatan) yang seperti ini. Tadi Pak Bupati sampaikan kegiatan ini menjadi pemancing supaya gerakan ini ke depan tetap berlanjut," katanya.

Baca juga: World Cleanup Day, mahasiswa Polbangtan Magelang bersihkan kampus
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar