Izin pendirian SMK baru di Jateng diperketat

id pemprov jateng mulai, perketat izin, pendirian smk baru

Izin pendirian SMK baru di Jateng diperketat

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Jumeri saat menyampaikan sambutan pada peresmian "Beauty and Spa Academy" SMK PGRI 1 Kudus, Kamis (19/9). (ANTARA / Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperketat izin pendirian sekolah menengah kejuruan (SMK) baru, mengingat banyak sekolah kejuruan yang nasibnya masih sangat memprihatinkan, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Jumeri.

"Pemprov Jateng memang tengah melakukan penataan kelembagaan, dalam hal ini intervensi yang dilakukan Pemprov dengan melakukan seleksi ketat untuk pendirian SMK-SMK baru," ujarnya saat menghadiri peresmian "Beauty and Spa Academy" SMK PGRI 1 Kudus, Kamis.

Ia mencatat jumlah SMK di Jateng mencapai 1.583 sekolah yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Dari jumlah sebanyak itu, 15 persen di antaranya merupakan SMK Negeri, 85 persen SMK swasta.

Sementara jumlah peserta didiknya mencapai 773.900 siswa, sekitar 33 persen di antaranya di SMK Negeri dan 67 persennya di SMK Swasta.

Dari jumlah SMK swasta yang ada, kata dia, masih banyak SMK swasta yang kondisinya sangat memprihatinkan, meskipun beberapa SMK swasta memang memiliki kualitas yang sangat baik dan melebihi sekolah negeri.

Demikian pula, lanjut dia, SMA negeri di Jateng yang mencapai 865 sekolah juga masih ada yang belum terpenuhi sarana dan prasarana yang baik.

Ia mengapresiasi Djarum Foundation yang bersedia memberikan bantuan dunia pendidikan di Jateng, sehingga SMK di Jateng mengalami kemajuan luar biasa dan menjadi tolok ukur bagi SMK dari pemerintah di provinsi lain di Indonesia.

"Djarum Foundation juga menjadi contoh perusahaan yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan. mudah-mudahan bisa menghasilkan anak bangsa yang siap menghadapi revolusi industri yang harus dilalui dan dipersiapkan," ujarnya.

Hadirnya perusahaan swasta dalam membantu kemajuan SMK di Jateng, kata dia, sangat diapresiasi karena meringankan sebagian beban dari Gubernur Jateng yang harus memenuhi Instruksi Presiden nomor 9/2016.

Di antaranya penyiapan dan penyediaan SMK unggulan di Jateng, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masa depan akan pendidikan bagi anak-anak.

"Kami juga mengundang perusahaan lain untuk turut serta membantu kemajuan SMK di Jateng," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar