Batang raih penghargaan Wahana Tata Negara Kemenhub

id Pemkab Batang, WTN

Batang raih penghargaan Wahana Tata Negara Kemenhub

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiyono bersama Kasat Lantas Polres Batang AKP FerdiyKastalani berfoto bersama usai penerimaan penghargaan WTN dari Kementerian Perhubungan. ANTARA/HO-Dinas Perhubungan Kabupaten Batang

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Wahana Tata Negara (WTN) dalam kategori pengelolaan transportasi yang baik dari Kementerian Perhubungan.

Bupati Batang Wihaji di Batang, Selasa, mengatakan bahwa untuk meraih penghargaan bukan perkara yang mudah karena harus memenuhi persayaratan penilaian dari beberapa indikator yang ditentukan, seperti lalu lintas pengguna jalan tertib dan lancar, tata kelola jalan sesuai dengan standar operasional prosedur.

"Untuk penghargaan yang kita raih memang ada catatan atau evaluasi yang harus dibenahi, salah satunya terkait trotoar jalan. Akan tetapi, pada tahun ini, pemkab sedang melakukan penataan trotoar sehingga ke depan bisa mempertahankan penghargaannya dan bisa meraih yang lebih baik lagi," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiyono mengatakan bahwa untuk meraih penghargaan Wahana Tata Negara ini, pemkab perlu berjuang selama lima tahun yaitu sejak 2014 hingga 2019.

"Oleh karena, penghargaan WTN tersebut menjadi kali pertama yang diraih oleh Pemkab Batang," katanya.

Menurut dia, penilaian penganugerahan WTN ini dengan indikator dari keselamatan, kendaraan laik jalan, sarana transportasi, dan orang yang berkeselamatan itu sendiri.

Artinya, kata dia, ketertiban pengguna jalan di jalan raya dan ketika parkir, tingkat kecelakaan, kelayakan jalan menjadi poin penilaian.

"Selain itu, inovasi dan kreativitas daerah dalam menata manajemen transportasi juga ikut menjadi poin penilaian. Alhamdulillah, dari semua kriteria yang masuk poin penilaian serta setelah melalui peninjauan lapangan dan paparan di Kemenhub, Pemkab Batang dinyatakan layak untuk mendapat penghargaan WTN," katanya.
 
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar