Terpaut satu gelar, Federer tak merasa terancam dari Nadal

id Roger Federer,Rafael Nadal

Terpaut satu gelar, Federer tak merasa terancam dari Nadal

Petenis Swiss Roger Federer mengembalikan bola kepada petenis Bulgaria Grigor Dimitrov pada perempat final tunggal putra US Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York (3/9/2019) (ANTARA/AFP/ELSA)

Jakarta (ANTARA) - Roger Federer tidak merasa terancam ataupun tertekan dengan koleksi gelar Grand Slam rivalnya, Rafael Nadal yang kini semakin dekat dengan rekor yang dimilikinya, ungkap pelatih Federer, Severin Luthi.

Petenis berusia 38 tahun asal Swiss itu di awal tahun ini unggul tiga gelar daripada Nadal. Namun sang petenis Spanyol itu tahun ini menambah dua gelar dari French Open dan US Open.

Dengan demikian, secara keseluruhan Nadal sudah mengumpulkan 19 gelar grand slam, yaitu 12 gelar di Roland Garros, satu titel di Australia Open, dua di Wimbledon, dan empat di US Open.

Terpaut satu gelar, Nadal belum pernah mendekati raihan Federer, yang masih menjadi petenis dengan gelar grand slam terbanyak, seperti sekarang ini.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Nadal samakan total kemenangan "Big Title" Djokovic dan Federer


"Tidak. Saya rasa dia tidak merasa tertekan (dengan Nadal yang bisa menyamai rekornya)," kata Luthi seperti dikutip Reuters.

"Dia fokus dengan dirinya sendiri. Dia sangat menghargai Nadal dan dia sadar apa pentingnya mempunyai banyak gelar. Saya tidak melihat dia tertekan. Dia tidak akan benar-benar hancur jika Nadal bisa meraih 20 gelar."

Luthi yang sudah melatih Federer sejak 2007 itu mengatakan seharusnya para penggemar tenis bisa menikmati permainan dua petenis hebat itu daripada berambisi dan menduga-duga siapa di antara mereka berdua yang lebih unggul dan mengumpulkan lebih banyak gelar Grand Slam.

Sementara itu, Nadal pun tak ingin terlalu ngotot untuk bisa menyamai rekor Federer. Ia mengakui bahwa ia tidak mengejar rekor, tetapi ia termotivasi oleh kecintaannya pada tenis.

"Saya bermain tenis karena saya mencintainya. Saya bermain untuk bergembira," kata Nadal.

"Saya akan senang menjadi orang yang memiliki lebih banyak (gelar), tetapi saya benar-benar percaya bahwa saya tidak akan lebih bahagia atau kurang bahagia jika itu tidak terjadi."

Baca juga: "The Big Three" meriahkan ATP Cup perdana di Australia

Baca juga: Fakta perjalanan karir Rafael Nadal
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar