Rafael Nadal juara Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

id Rafael Nadal ,Roger Federer,US Open

Rafael Nadal juara Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Petenis Spanyol Rafael Nadal mencium trofi juara seusai mengalahkan petenis Rusia Daniil Medvedev pada final tunggal putra turnamen tenis AS Terbuka 2019 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, AS, Minggu (8/9/2019). ANTARA FOTO/Geoff Burke-USA TODAY Sports via REUTERS/aww.

Jakarta (ANTARA) - Petenis Spanyol Rafael Nadal mengalahkan petenis Rusia Daniil Medvedev 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4 dalam final untuk meraih gelar US Open keempatnya sekaligus gelar Grand Slam ke-19, Minggu (Senin WIB).

Kemenangan tersebut juga membuat rekornya menjadi kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor sepanjang masa rival kuatnya Roger Federer.

Sudah menjadi raja di lapangan tanah liat, petenis Spanyol itu menjadi master di lapangan keras Flushing Meadows New York dua pekan ini. Namun, ia harus bekerja keras untuk mengalahkan petenis Rusia itu dan menambah gelar Grand Slamnya sepanjang karir menjadi 19, hanya selisih satu di bawah petenis Swiss Federer.

Baca juga: Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Dikutip dari Reuters, petenis kidal berusia 33 tahun itu menjadi petenis tertua kedua yang menjadi juara US Open pada era profesional di bawah petenis Australia Ken Rosewall, yang berusia 35 tahun ketika ia meraih gelar pada 1970.

Sementara tunggal putri mempunyai empat juara Grand Slam berbeda musim ini. Pemain lama Nadal, Federer dan Novak Djokovic terus menguasai pada tunggal putra setelah "Big Three" tersebut bergabung memenangi 12 turnamen besar terakhir.

Petenis peringkat dua dunia Nadal memperoleh hadiah uang 3,85 juta dolar AS di Arthur Ashe Stadium dan menambahkan gelar US Open setelah juara pada 2010, 2013 dan 2017.

Nadal, yang mencapai pertandingan final US Open kelima dan final Grand Slam ke-27, adalah putra pertama yang meraih lima gelar besar setelah berusia 30 tahun.

Dikutip dari AFP, Nadal, yang meningkat rekornya menjadi 22-12 dalam pertandingan lima set, hanya kehilangan satu pertandingan Grand Slam dari lebih dari 200 ketika ia telah memenangi dua set pertama, kekalahan itu terjadi di tangan petenis Italia Fabio Fognini pada putaran ketiga US Open 2015.

Dalam waktu empat jam 50 menit, pertandingan tersebut berakhir kurang empat menit dari menyamai final terlama dalam sejarah US Open dibanding kemenangan Mats Wilander pada 1988 dan gelar 2012 yang diperoleh Andy Murray.

Ini merupakan gelar Grand Slam kedua tahun ini bagi Nadal setelah meraih mahkota French Open ke-12nya pada Juni lalu.

Baca juga: Nadal tundukkan Thiem demi rekor gelar ke-12 French Open

Baca juga: Nadal dan 12 trofi French Open miliknya


Nadal, yang memenangi satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan Medvedev pada final Montreal bulan lalu, jarang tampak terancam setelah dipatahkan servisnya pada awal pertandingan.

Petenis Spanyol itu memperpanjang kemenangan beruntunnya atas petenis Rusia menjadi 20 pertandingan sejak kalah dari Nikolay Davydenko pada semifinal di Doha 2011.

Unggulan kelima (23), berjuang sepanjang final Grand Slam pertamanya namun tidak mampu menjadi juara putra termuda Grand Slam sejak Juan Martin del Potro pada US Open 2009, membuat rekornya menjadi 0-5 dalam pertandingan lima set.

Medvedev, yang kemenangannya dalam 12 pertandingan beruntun --terbaik dalam kerirnya-- berakhir, mungkin bisa menjadi petenis Rusia pertama yang memenangi gelar Grand Slam sejak Marat Safin pada Australia Open 2005 dan petenis Rusia yang memenangi US Open sejak Safin pada 2000.

Baca juga: Mertens/Sabalenka juara ganda putri US Open pertama kalinya

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar