Pelantikan pimpinan DPRD Batang tunggu PDIP

id Pelantikan DPRD, PDIP

Pelantikan pimpinan DPRD Batang tunggu PDIP

Ketua DPRD Sementara Kabupaten Batang Maulana Yusuf (kanan) bersama Bupati Batang Wihaji. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pelantikan pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang hasil Pemilihan Umum 2019 hingga kini belum bisa dilakukan karena harus masih menunggu calon perwakilan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Ketua Sementara DPRD Kabupaten Batang Maulana Yusuf di Batang, Senin, mengatakan bahwa hingga kini, baru tiga partai politik yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, dan PPP yang sudah mengajukan nama sedang PDI belum mengajukan nama.

"Sebanyak empat parpol yang mendapat kursi pimpinan dewan, yaitu PKB, PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan PPP. Akan tetapi, hingga kini PDIP belum mengajukan nama," katanya.

Baca juga: 7 fraksi DPRD Batang tunggu pengesahan

Menurut dia, untuk unsur pimpinan DPRD terdiri atas satu ketua dan tiga wakil ketua. Kemudian setelah direkomendasi dari parpol masuk ke sekretaris dewan selanjutnya akan dilakukan pelantikan pimpinan dewan (pinwan) definitif.

“Ya semoga saja, PDI Perjuangan secepatnya (nama pinwan yang diajukan) bisa masuk sehingga segera dilakukan pelantikan pimpinan dewan definitif," katanya.

Ia mengatakan belum adanya pinwan definitif maka pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) belum bisa dilakukan karena sesuai ketentuan, AKD dibentuk setelah ada pinwan definitif.

"Oleh karena, semakin cepat pinwan definitif dilantik, maka AKD juga bisa segera terbentuk dan dapat langsung bekerja mengingat saat ini sudah ada beberapa agenda yang menunggu, antara lain pembahasan anggaran perubahan APBD 2019," katanya.

Adapun, untuk kursi pinwan yang sudah masuk ke Sekretariat DPRD, kata dia, PKB memberikan rekomendasi pada Maulana Yusuf (Ketua DPRD), Wakil Ketua Nur Faizin (PPP), Wakil Ketua Nur Untung Slamet (Partai Golkar).

Baca juga: 45 anggota DPRD Batang siap dukung program prioritas pemkab
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar