Target partisipasi masyarakat Banyumas dalam KB 75 persen

id layanan kb massal,hari kontrasepsi sedunia

Target partisipasi masyarakat Banyumas dalam KB 75 persen

Petugas DPPKBP3A Kabupaten Banyumas dan pegawai RS Ananda saat melayani calon akseptor KB baru yang mengikuti layanan KB massal di RS Ananda, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019). (ANTARA/Sumarwoto)

Khusus untuk Provinsi Jawa Tengah ini memang angka pernikahan dininya cukup tinggi berkontribusi terhadap kematian bayi, kematian ibu, kemudian penggunaan kontrasepsi idealnya lebih panjang karena mereka menikah dini sehingga sekarang kita gencar men
Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Keluarga Berencana (KB) mencapai 75 persen, kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdaayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas Taefur Arofat.

"Hingga saat ini, angka partisipasinya baru mencapai 70 persen atau sekitar 224.000 orang dari 320.000 pasangan usia subur, sehingga dirasa masih kurang dari target partisipasi secara nasional dan Jawa Tengah. Oleh karena itu, kami menargetkan angka partisipasinya pada tahun ini bisa mencapai 75 persen," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Taefur mengatakan hal itu kepada wartawan di sela kegiatan layanan KB Massal yang diselenggarakan DPPKBP3A Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah serta Rumah Sakit Ananda, Purwokerto, dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2019 dan Hari Ulang Tahun Ke-29 RS Ananda.

Pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam program KB di Banyumas, antara lain melalui pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang secara gratis di 10 fasilitas kesehatan se-Kabupaten Banyumas.

"Kami sudah bekerja sama dengan 10 fasilitas kesehatan di Banyumas untuk memberikan layanan KB secara gratis. Jadi, siapapun yang ingin ikut program KB di fasilitas kesehatan tersebut, akan dilayani secara gratis apapun bentuk dan jenis KB-nya," kata Taefur.

Baca juga: BKKBN fokus benahi dan optimalkan layanan Kampung KB

Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Diklat KKB) Banyumas BKKBN Provinsi Jateng Farida Sumarlin mengatakan berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017, capaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Jateng masih tergolong rendah.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya meningkatkannya melalui pendekatan yang lebih intensif dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan rumah sakit terkait dengan pelayanan prima terhadap akseptor KB.

"Khusus untuk Provinsi Jawa Tengah ini memang angka pernikahan dininya cukup tinggi berkontribusi terhadap kematian bayi, kematian ibu, kemudian penggunaan kontrasepsi idealnya lebih panjang karena mereka menikah dini sehingga sekarang kita gencar menggunakan pendekatan generasi berencana," katanya.

Ia mengharapkan generasi berencana dapat bersekolah lebih tinggi sehingga penundaan terhadap pernikahan  lebih bisa diantisipasi.

Terkait dengan layanan KB massal, Direktur RS Ananda dr. Widayanto, M.Kes. mengatakan kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT Ke-29 RS Ananda itu digelar sebagai upaya mendukung pemerintah dalam melaksanakan program pengendalian penduduk.

"Ini juga karena RS Ananda Purwokerto dulunya merupakan rumah sakit ibu dan anak. Dulu pelayanan pemasangan alat kontrasepsi adalah sebagai pelayanan dari RS Ananda," kata dia.

Ia menargetkan 100 akseptor KB baru terlayani dalam layanan KB massal di RS Ananda.

Baca juga: Optimalkan layanan KB, BKKBN sinkronisasi fasilitas kesehatan
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar