Puluhan hektare tanaman padi di Batang rawan gagal panen

id gagal panen, batang

Puluhan hektare tanaman padi di Batang rawan gagal panen

Puluhan hektare lahan sawah di Batang, terancam puso atau gagal panen. (Foto Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Puluhan hektare tanaman padi di lahan sawah yang tersebar di empat kecamatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini rawan gagal panen menyusul musim kemarau panjang yang melanda wilayah itu.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang Migayani Thamrin di Batang, Sabtu, mengatakan sekitar 52 hektare tanaman padi milik petani di Kecamatan Limpung, Tersono, Pecalungan, dan Reban yang kini terancam puso.

"Status kondisi tanaman padi di wilayah itu memang bisa berisiko gagal panen namun masih ada peluang untuk bisa dipanen, meski tidak maksimal hasilnya," katanya.

Baca juga: Kekeringan, puluhan hektare tanaman padi di Pati puso

Ia mengatakan untuk membantu para petani yang tanaman padinya kekurangan air, pemkab sudah menyiapkan pompa yang bisa dipinjam oleh para petani untuk mengairi sawahnya.

"Kami berharap para petani tidak mengalami gagal panen sehingga pemkab berupaya memberikan solusi kepada mereka dengan meminjamkan pompa air. Jika memang masih ada sumber air di daerah sekitar itu maka kita siapkan pinjaman pompa namun kalau sudah tidak ada air maka hanya bisa berharap dari turunnya hujan," katanya.

Baca juga: 500 hektare tanaman padi di Banyumas puso akibat kekeringan

Petani Achmad Ali mengatakan saat ini lahan sawah miliknya terancam kekeringan karena musim kemarau cukup panjang. Para petani, kata dia, saat ini hanya sebagian yang masih mengandalkan sumber mata air yang ada dan debitnya mulai turun.

"Saat ini, para petani berusaha mengantisipasi tanaman padi agar tidak puso dengan menyediakan pipa pralon tambahan untuk sarana pengairan yang airnya diambil dari sumber mata air," katanya.

Baca juga: Terdampak cuaca buruk, 300 hektare tanaman padi di Banyumas terancam puso

Baca juga: Diserang sundep, puluhan hektare tanaman padi di Batang terancam puso

 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar