BMKG: Ajak warga Banjarnegara hemat air

id cuaca

BMKG:  Ajak warga Banjarnegara hemat air

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie (Wuryanti Puspitasari)

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga Banjarnegara, Jawa Tengah untuk menghemat penggunaan air guna mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau.

"Masyarakat Banjarnegara kembali diimbau untuk menghemat penggunaan air dan berkonsultasi dengan pihak terkait seperti dinas pertanian berkaitan dengan irigasi," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Sabtu.

BMKG, kata dia, juga mengingatkan warga setempat untuk menghindari membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan pada musim kering, karena hal tersebut dikhawatirkan dapat memicu kebakaran pada lahan kering.

"Kami juga mengimbau warga untuk tetap menjaga asupan cairan untuk menghindari dehidrasi khususnya ketika banyak beraktivitas di luar ruangan," katanya.

Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yg tidak jelas kebenarannya atau hoaks.

"Jika membutuhkan informasi terkait iklim dan cuaca bisa menghubungi kantor BMKG terdekat atau pantau langsung melalui aplikasi infoBMKG bagi pengguna perangkat selular," katanya.

Dia mengatakan, sepanjang Maret hingga Agustus 2019, sirkulasi monsun Asia relatif sama dengan kondisi normal.

"Sementara monsun Australia diperkirakan lebih kuat dari normalnya, sehingga mengurangi peluang pembentukan awan di wilayah Indonesia khususnya selatan Khatulistiwa," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman menjelaskan, pihaknya terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dia mengatakan berdasarkan laporan terkini, ada 23 desa dari 10 kecamatan yang mengalami kekeringan.

Menurut dia, wilayah terdampak kekeringan masih berpeluang untuk terus bertambah mengingat musim kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.

"Hingga Oktober diperkirakan curah hujan akan terus menurun sehingga kekeringan dan krisis air bersih dikhawatirkan terus meluas," katanya.

Baca juga: Bupati ajak warga Banjarnegara hemat air
Baca juga: Diprediksi kemarau panjang, masyarakat Kudus diminta hemat air
Baca juga: Petani dilatih tanam padi hemat air

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar