Polres Sukoharjo kembangkan penyidikan kasus penipuan arisan fiktif

id Polres Sukoharjo kembangkan, kasus penipuan arisan fiktif

Polres Sukoharjo kembangkan penyidikan kasus penipuan arisan fiktif

Ilustrasi - Salah satu korban  kasus penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif di Mapolresta Surakarta. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Sukoharjo (ANTARA) - Satuan Reskrim Polres Sukoharjo masih melakukan pengembangan penyidikan kasus penipuan dan penggelapan uang dengan modus arisan fiktif di Sukoharjo dengan kerugian mencapai Rp149 juta.

Kepala Polres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi melalui Kasat Reskrim AKP Gede Yoga Sanjaya di Sukoharjo, Sabtu, mengatakan bahwa tim penyidik sedang memeriksa pelaku berinisial TW (29), warga Kelurahan Sangkrah RT 006, Kecamatan Pasar Kliwon Solo.

"Kami masih melakukan pengembangan perkara dugaan penipuan dan penggelapan uang modus arisan fiktif itu. Soal pelaku yang juga ada perkara dengan korban berbeda di Polresta Surakarta, kami sudah melakukan koordinasi," kata Gede Yoga.

Baca juga: Polisi tangkap pelaku penipuan arisan fiktif di Sukoharjo

Menurut Gede Yoga, dari hasil koordinasi awal dengan Polresta Surakarta, setelah perkara di Sukoharjo pemeriksaan selesai. Petugas Polresta Surakarta kemudian akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di Polres Sukoharjo.

"Perkara penipuan dan penggelapan itu awalnya di Sukoharjo, maka pemeriksaan untuk yang di Solo, nanti akan dilakukan di Polres Sukoharjo," katanya.

Polres Sukoharjo menangkap pembuat arisan online fiktif, yakni TW (29), warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, di Sukoharjo, Selasa (27/8).

Menurut dia, petugas menangkap pelaku TW saat dalam perjalanan di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Pelaku TW melakukan arisan online fiktif kepada salah satu pelapor asal Sukoharjo berinisial UG (22) sejak September 2018, dengan kerugian mencapai Rp149 juta.

Bahkan, TW juga melakukan kasus penggelapan dan penipuan modus arisan fiktif di Solo, dengan kerugian sejumlah korban total mencapai Rp5 miliar.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar