Pemkab Pati sanggup biayai pengobatan pelaku penyerangan polisi ke RSJ

id siap biayai, pengobatan pelaku, penyerangan polisi, ke RSJ,Pemkab Pati biayai pengobatan pelaku penyerangan polisi

Pemkab Pati sanggup biayai pengobatan pelaku penyerangan polisi ke RSJ

Bupati Pati Haryanto saat mendampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel saat mengunjungi Polsek Tlogowungu, Kabupaten Pati, Selasa (27/8). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, siap membiayai pengobatan terhadap pelaku penyerangan anggota Polsek Tlogowungu, Pati, yang diduga mengalami gangguan jiwa, kata Bupati Pati Haryanto.

"Setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah RAA Soewondo Pati, akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo Semarang," ujarnya ditemui usai mengunjungi Polsek Tlogowungu, Pati, Selasa.

Baca juga: Penyerang anggota kepolisian di Pati menderita gangguan jiwa

Baca juga: Kapolda bantah polisi melumpuhkan dengan senjata api

Ia mengungkapkan biaya pengobatannya akan diupayakan menggunakan jaminan kesehatan nasional (JKN), namun jika waktunya terbatas akan menggunakan anggaran APBD.

Apalagi, kata dia, anggaran untuk itu memang disediakan, khususnya untuk warga yang tidak tertampung di program JKN penerima bantuan iuran.

Menurut dia tidak ada permasalahan terkait biaya pengobatannya karena nantinya akan dikirim ke RSJD Amino.

"Setidaknya, ketika menjalani pengobatan tidak terjadi lagi kasus serupa seperti yang terjadi hari ini (27/8)," ujarnya.

Terkait upaya pencegahan terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa, kata dia, upaya pencegahan tentunya dari pihak keamanan.

Pemkab Pati sendiri sudah membuat surat edaran kepada masing-masing kepala desa agar mengadakan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Muhammad Purwadi (35) warga Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Selasa (27/8) pukul 09.30 WIB datang ke Polsek Tlogowungu untuk mendapatkan pelayanan dari kepolisian terkait kehilangan KTP.

Namun, ketika diminta menunggu justru pelaku menyerang anggota polisi dengan bendo yang disembunyikan di dalam bajunya.

Setelah berhasil dilumpuhkan, ternyata pelaku mengalami gangguan jiwa dan tercatat beberapa kali melakukan upaya penyerangan terhadap warga, kepala desa, serta warga lainnya.

Baca juga: Polisi di Mapolsek Tlogowungu diserang orang tak dikenal
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar