Kebakaran di kompleks Pasar Wage Purwokerto berhasil dipadamkan

id kebakaran pasar wage,pasar wage purwokerto

Kebakaran di kompleks Pasar Wage Purwokerto berhasil dipadamkan

Sejumlah polisi berjaga di sekitar warung kompleks Pasar Wage, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terbakar pada Jumat (23/8/2019) dini hari. (ANTARA/Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Petugas Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berhasil memadamkam kebakaran yang terjadi di kompleks Pasar Wage, Purwokerto, kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Edy Purbowo.

"Alhamdulillah, kebakaran yang terjadi dini hari tadi berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar sehingga tidak meluas ke bagian lain di kompleks Pasar Wage," katanya saat memantau situasi dan kondisi pascakebakaran di kompleks Pasar Wage, Purwokerto, Jumat pagi.

Ia mengatakan berdasarkan pendataan terdapat sebanyak dua rumah toko (ruko) dan tiga warung yang mengalami kebakaran pada hari Jumat (23/8), sekitar pukul 02.30 WIB.

Akan tetapi, kata dia, ruko dan warung yang terbakar tersebut bukan bagian dari pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wage meskipun berada di kompleks pasar terbesar di Purwokerto itu.

"Kalau ruko yang terbakar itu dibangun oleh swasta dan selanjutnya dibeli oleh perseorangan sebagai hak guna bangunan, sedangkan warung yang terbakar itu dibangun warga di halaman pasar. Jadi bukan bagian dari pengelolaan UPT Pasar Wage," jelasnya.

Edy mengatakan penyebab kebakaran tersebut hingga saat ini masih diselidiki oleh petugas Kepolisian Resor Banyumas.

Baca juga: Antisipasi kebakaran hutan, pengawasan pendakian Sindoro-Sumbing diperketat

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tunggul yang melihat adanya asap dari warung bakso dan soto yang berada di sebelah selatan area parkir barat Pasar Wage pada Jumat (23/8), sekitar pukul 02.30 WIB.

Setelah dicek, ternyata di warung bakso dan soto tersebut ada api yang menyala. Oleh karena bangunannya saling berdekatan, api pun menjalar ke warung nasi rames serta warung dawet dan buah di sebelah warung soto dan bakso itu.

Api pun makin membesar dan menjalar ke ruko Rindu dan Dadi Busana yang berada di sebelah barat tiga warung tersebut, sehingga Tunggul lari menuju pos keamanan sambil berteriak minta tolong.

Selanjutnya, Tunggul bersama warga berusaha memadamkan kebakaran itu dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Salah seorang pengunjung pasar bernama Anwar segera menghubungi Unit Damkar Kabupaten Banyumas melalui nomor telepon 113.

Tidak lama kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Kantor Unit Damkar Kabupaten Banyumas tiba di lokasi kejadian disusul dengan kedatangan mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Kecamatan Kembaran, Pos Damkar Kecamatan Wangon, dan Pos Damkar Kecamatan Kemranjen masing-masing satu unit sehingga secara keseluruhan ada tujuh unit mobil pemadam kebakaran.

Kebakaran yang melanda dua ruko dan tiga warung di kompleks Pasar Wage itu berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah padam, petugas dari Kepolisian Sektor Purwokerto segera memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. 

Baca juga: Hutan lereng Gunung Sumbing kembali terbakar
Baca juga: Kepala BNPB minta polri lebih berani tindak pembakar hutan
Baca juga: BPBD Banjarnegara imbau masyarakat waspadai kebakaran lahan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar