Tanjakan di Paltuding medan terberat etape keempat Tour d'Indonesia

id Race Director Tour d'Indonesia 2019,Paltuding Kawah Ijen

Tanjakan di Paltuding medan terberat etape keempat Tour d'Indonesia

Puluhan peserta Tour d'Indonesia berangkat dari alun-alun Jember menuju ke Kawah Ijen Banyuwangi pada etape keempat, Kamis (22/8/2019) (ANTARA Jatim/ Zumrotun Solichah)

Jakarta (ANTARA) - Race Director Tour d'Indonesia 2019 Sondi Sampurno mengatakan tanjakan di Paltuding Kawah Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur merupakan medan terberat bagi para peserta balap sepeda di etape keempat dan merupakan tanjakan tersulit yang sudah legendaris.

"Ada tiga kali tanjakan yang harus dilalui para peserta selama etape keempat dan tanjakan Paltuding merupakan tanjakan tersulit, namun tanjakan Paltuding itu sudah menjadi ikon di Indonesia," katanya di Kabupaten Jember, Kamis.

Sebanyak 81 peserta balap sepeda Tour d'Indonesia memulai perjalanan etape keempat dari alun-alun Kabupaten Jember pada pukul 10.00 WIB yang dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Jember Muhammad Thamrin,  menuju Kawah Ijen Kabupaten Banyuwangi dengan menempuh jarak 150 km.

Menurutnya, etape keempat dan kelima merupakan etape yang sangat menantang, namun panitia juga menyediakan banyak hadiah untuk kedua etape tersebut.

"Saat ini di tiga etape Tour d'Indonesia yang sudah berjalan masih didominasi juara dari para pebalap luar negeri. Mudah-mudahan pebalap dari Indonesia juga memperoleh hasil yang maksimal pada dua etape terakhir," tuturnya.

Ia menjelaskan balap sepeda Tour d'Indonesia 2019 merupakan ajang uji coba para pebalap Indonesia terutama tim nasional dalam persaingan balap sepeda di tingkat Asia, sehingga bisa memperoleh hasil yang signifikan pada dua etape terakhir tersebut.

"Di Asia, para pebalap sepeda Indonesia adalah tim terkuat, namun ketika bersaing dengan para pebalap dari Eropa dan Australia, ceritanya akan lain," ujarnya.

Sondi mengatakan ajang balap sepeda Tour d'Indonesia merupakan kejuaraan internasional yang levelnya lebih tinggi dibandingkan Tour d'Singkarak dan Tour d'Ijen, sehingga pesertanya lebih profesional dan persaingannya lebih berat bagi para pebalap Indonesia.

"Selain itu, Tour d'Indonesia merupakan ajang untuk mempromosikan wisata dan daerah tertentu, seperti Kawah Ijen dan Batur Unesco Global Geopark Bali yang sudah menjadi ikon Indonesia," katanya.

Balap sepeda Tour d'Indonesia diikuti oleh 18 tim dari 26 negara dengan menempuh jarak 825,2 kilometer, yang terbagi dalam lima etape, yakni etape satu Candi Borobudur-Ngawi (178 km), etape kedua Madiun-Batu (157,7 km), etape ketiga Jember-Ijen Banyuwangi (150 km), dan etape kelima Gilimanuk-Batur Unesco Global Geopark (143,6 km).
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar