Petani diingatkan pastikan kecukupan air saat kemarau

id kemarau

Petani diingatkan pastikan kecukupan air saat kemarau

Petani di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, saat mengolah sawahnya dengan mesin traktor agar dapat segera ditanami padi. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Asna Mustofa mengingatkan petani untuk memastikan kecukupan air apabila ingin tetap menanam padi saat musim kemarau.

"Apabila petani menanam padi saat kemarau maka akan memiliki kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen, karena itu harus benar-benar memastikan kecukupan air," katanya di Purwokerto, Rabu.

Asna Mustofa yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Unsoed tersebut mengatakan, area sawah tadah hujan yang lokasinya berdekatan dengan hutan memiliki kemungkinan memiliki ketersediaan air yang cukup.

"Kalau kondisi hutannya masih bagus kemungkinan air masih cukup, artinya kalau daerah aliran sungainya sehat, air sungai pada musim kemarau masih tersedia untuk budidaya padi," katanya.

Kendati demikian, kata dia, ada baiknya petani tidak menanam padi saat musim kemarau atau musim tanam ketiga petani bisa memilih tanaman alternatif lainnya saat musim kemarau, yaitu tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.

Baca juga: Manfaatkan kemarau, petani Desa Datar Banyumas tanam jagung

Dia mengatakan, selain dapat menghindari puso, menunda penanaman padi saat musim kemarau juga bisa memberikan dampak positif lainnya.

"Saat musim kemarau atau musim tanam ketiga memang ada baiknya tidak menanam padi, karena bisa memutus rantai hama, disamping itu tanah juga akan lebih subur dan baik," katanya.

Sebelumnya, dia mengatakan, kacang hijau bisa menjadi tanaman alternatif bagi petani saat kemarau atau pada musim tanam ketiga.

"Kacang hijau bisa menjadi salah satu pilihan karena masa tanam yang relatif pendek dan dapat cepat dipanen meskipun curah hujan sudah sangat menurun," katanya.

Dia menjelaskan, pada musim tanam ketiga petani memang sangat disarankan untuk menanam palawija.

"Banyak tanaman yang bisa menjadi alternatif. Biasanya sangat tergantung lokasi dan tergantung ketersediaan air, kalau masih ada air bisa tanam jagung, kalau sama sekali tidak ada air biasanya kacang hijau," katanya.

Selain itu, dia juga kembali mengingatkan agar selama musim kemarau petani harus disiplin dalam mengambil air.

"Petani harus disiplin dalam mengambil air dan penting untuk mengambil pada pintu-pintu yang sudah ditentukan," katanya.

Baca juga: Atasi kekeringan, Temanggung bangun 7 sumur bor tahun ini
Baca juga: BPBD: Temanggung masih darurat kekeringan

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar