Empat perempuan jadi anggota DPRD Kudus

id keterwakilan perempuan, di dprd kudus, bertambah

Empat perempuan jadi anggota DPRD Kudus

Empat perempuan yang menjadi anggota DPRD Kudus tengah berfoto bersama usai dilantik di aula DPRD Kudus, Jawa Tengah, Rabu (21/8). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Jumlah kaum perempuan yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Kudus periode 2019-2024 bertambah menjadi empat orang dari periode sebelumnya hanya tiga orang dari 45 orang yang duduk di kursi anggota dewan setempat.

Keempat perempuan yang berhasil lolos menjadi anggota DPRD Kudus, yakni Tri Erna Sulistiyawati (Partai Golkar), Umi Bariroh (PKS), Endang Kursistiyani (PAN), dan Siti Rohmah (PKB).

Tri Erna Sulistiyawati dan Umi Bariroh merupakan wajah lama karena keberhasilannya duduk di kursi dewan merupakan yang kedua, sedangkan Endang Kursistiyani dan Siti Rohmah merupakan wajah baru karena perempuan sebelumnya yang duduk di kursi dewan berasal dari Partai Gerindra namun pada Pemulu 2019 gagal meraih dukungan sesuai yang dipersyaratkan.

Baca juga: Ihwal calon Ketua DPRD, PDIP Kudus tunggu DPP


Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kudus Sayyid Yunanto ditemui di sela rapat paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Kudus di aula DPRD Kudus Rabu, mengaku bersyukur masih ada caleg perempuan yang berhasil duduk di kursi dewan.

Sebetulnya, lanjut dia, PKS memberikan kesempatan seluas-luasnya terhadap kader perempuan PKS untuk maju sebagai calon anggota legislatif.

"Kami juga tidak membeda-bedakan karena baik laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama untuk bisa duduk di kursi DPRD," ujarnya.

Dari 28 caleg yang maju Pemilu Legislatif 2019, kata dia, sekitar 30 persennya merupakan perempuan.

Hanya saja, kata dia, mobilitas perempuan memang terbatas, meskipun partai juga memberikan kesempatan yang sama untuk berkompetisi.

"Untuk bisa meraih dukungan hingga bisa duduk di kursi dewan, memang disesuaikan dengan usaha masing-masing individu," ujarnya.

Meskipun demikian, kata dia, PKS tetap akan menyiapkan kader perempuan sebagai regenerasi untuk disiapkan pada pemilu berikutnya karena menargetkan bisa lebih dari satu orang yang duduk DPRD.

Apalagi, lanjut dia, aspirasi perempuan tentunya cukup banyak sehingga perlu diperjuangkan dengan menempatkan banyak kaum perempuan di dewan.

Ketua DPD Partai Nasdem Kudus Akhwan mengakui tidak ada kaum perempuan dari parpolnya yang menjadi anggota dewan, meskipun yang ikut dalam Pemilu Legislatif 2019 melampaui kuota 30 persen.

Dari 39 caleg, kata dia, terdapat empat orang yang berhasil menduduki kursi dewan dan hari ini (21/8) dilantik.

Sebetulnya, lanjut dia, kesempatan kaum perempuan untuk berkompetisi menjadi anggota dewan di Partai Nasdem sama dengan kaum laki-laki.


Baca juga: DPRD Kudus desak minimarket realisasikan kemitaraan dengan UMKM

"Kami juga menyiapkan kader perempuan karena Partai Nasdem juga memiliki organisasi perempuan yang disiapkan untuk menjadi anggota dewan," ujarnya.

Selain harus aktif dan kreatif, kata dia, untuk bisa menjadi anggota dewan juga membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga disesuaikan kemampuan masing-masing individunya.

Ketua DPD PAN Kudus mengakui anggota dewan perempuan dari PAN merupakan yang pertama kalinya sehingga patut disyukuri, meskipun jumlah caleg yang berkompetisi sebelumnya melebihi kuota perempuan 30 persen.

"Untuk bisa duduk di kursi dewan memang dibutuhkan usaha yang maksimal agar dikenal dan didukung masyarakat," ujarnya.

Endang Kursistiyani, anggota DPRD Kudus dari PAN yang baru dilantik mengakui siap memperjuangkan aspirasi kaum perempuan.

Bahkan, lanjut dia, dirinya juga bercita-cita memajukan kaum perempuan, terutama di internal PAN karena selama ini cenderung hanya sekadar ceramah namun untuk langkah konkritnya belum maksimal.

"Kami juga menginginkan adanya peningkatkan kualitas perempuan karena dimungkinkan banyak yang memiliki keahlian di berbagai bidang, namun karena belum ada yang mengakomodir sehingga kemampuan mereka belum terlihat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar