PLN Jateng D.I.Y bantu korban bencana gempa Halmahera Selatan

id PLN, bantuan,korban, gempa,semarang

PLN Jateng D.I.Y bantu korban bencana gempa Halmahera Selatan

General Manager PLN UID Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Agung Nugraha menyerahkan bantuan berupa uang untuk para korban gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara melalui Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto. (Foto: Humas PLN)

Semarang (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I.Y menyerahkan bantuan berupa uang kepada para korban gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.

Total bantuan yang diberikan berjumlah Rp75 juta dengan sumber dana sebesar Rp50 juta dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Rp25 juta dari kepedulian pegawai PLN.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh General Manager PLN UID Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Agung Nugraha kepada Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto.

Sudaryanto menyebutkan bantuan tersebut rencananya dikirim ke lokasi bencana setelah tanggal 17 Agustus 2019 untuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat gempa.

Dalam kesempatan tersebut Sudaryanto mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kepeduliannya terhadap saudara-saudara di Halmahera Selatan.

Gempa bermagnitudo 7,2 SR yang mengguncang wilayah Halmahera Selatan pada Sabtu (14/7) mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastruktur.

Berdasarkan data per 31 Juli 2019 dari BPBD, sebanyak 14 orang meninggal dunia, 2.779 rumah rusak, dan 135 fasilitas umum rusak, puluhan di antaranya adalah sekolah.

Selain itu, dampak psikis juga dirasakan para korban, sejumlah orang mengaku masih trauma akibat gempa.

Agung berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban korban yang terdampak.

“Kami turut prihatin atas terjadinya bencana gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Halmahera Selatan dan dengan bantuan ini kami berharap dapat memberikan manfaat serta meringankan beban para korban," demikian Agung Nugraha.  
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar