BI: Generasi muda jangan gagap digitalisasi

id BI mengajar, digitalisasi

BI: Generasi muda jangan gagap digitalisasi

Bambang Pramono saat mengajar ratusan siswa SMA pada acara BI Mengajar. (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mengajak generasi muda, khususnya kalangan pelajar, untuk tidak gagap digitalisasi agar bisa memanfaatkannya untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

"Topik yang saat ini hangat mengenai peran digital ekonomi, memang isu ini bukan hal yang mudah," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta Bambang Pramono pada kegiatan Bank Indonesia Mengajar "Peran Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan di Indonesia" di Solo, Senin.

Bambang Pramono mengatakan bahwa pihaknya berupaya memberikan kesadaran kepada generasi muda bahwa teknologi itu sesuatu yang harus mereka pahami dan mereka harus melakukan penyesuaian

Baca juga: Konferens IIA bahas revolusi industri 4.0

Baca juga: Pascadeklarasi, Garbi Jateng edukasi pemuda desa Revolusi Industri 4.0

Baca juga: Ganjar: Hadapi Revolusi Industri 4.0 harus dengan revolusi


Jika tidak segera melakukan penyesuaian, menurut Bambang Pramono, anak muda hanya akan menjadi pengguna.

"Kami ingin mereka bisa memanfaatkan teknologi, baik untuk pribadi maupun menciptakan pekerjaan. Mereka harus bisa menjadi pemenang," katanya.

Bambang Pramono menyebut salah satu sektor ekonomi yang bisa dioptimalkan dengan memanfaatkan digitalisasi, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Harapannya anak-anak ini nantinya tidak lagi bercita-cita sebagai pegawai tetapi sebagai enterpreneur, mereka mampu menciptakan lapangan kerja," katanya.

Ketika para generasi muda bisa memahami dampak positif dan negatifnya, dia berharap mereka akan lebih siap dalam menghadapi era Industri 4.0.

"Jika sudah menguasai itu, peluangnya sangat banyak, di antaranya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi karena menciptakan peluang efisiensi serta mengakselerasi perekonomian," katanya.

Selain memberikan penjelasan mengenai digitalisasi, pada kesempatan tersebut Bambang juga memberikan sedikit penjelasan mengenai peran BI dalam stabilitas ekonomi dalam negeri.

Bambang Pramono menegaskan bahwa BI adalah bank sentral Indonesia. Tugas dan peran bank sentral secara umum adalah menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan stabilitas sistem pembayaran.

"Tujuannya menunjang pertumbuhan ekonomi berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bambang Pramono.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar