BMKG Banjarnegara: Curah hujan di Banyumas terus menurun

id kekeringan,curah hujan di Banyumas,curah hujan di Banyumas menurun

BMKG Banjarnegara: Curah hujan di Banyumas terus menurun

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan saat memberikan keterangan pers terkait antisipasi potensi bencana kekeringan dan Karhutla di Jakarta, Selasa (30/7/2019). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa tingkat curah hujan di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terus menurun sejak beberapa minggu terakhir.

"Curah hujan terus menurun, beberapa hari ke depan juga diprakirakan kondisi cuaca cerah berawan," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Rabu.

Dia menjelaskan, pada Kamis (1/8) hampir seluruh kecamatan di Wilayah Banyumas cerah berawan. "Kecuali kecamatan Tambak diprakirakan berawan tebal, kendati demikian menurut prakiraan cuaca esok hari belum ada potensi hujan," katanya.

Dia mengatakan, memasuki bulan Agustus ini Kabupaten Banyumas akan memasuki puncak musim kemarau. Untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan dan krisis air bersih, kata dia, BMKG mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan air.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menginformasikan hingga saat ini sudah ada 23 desa di wilayah setempat yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

"Jumlah desa terus bertambah, laporan terakhir ada 23 desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto.

Dia menjelaskan, 23 desa yang mengalami krisis air adalah Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Desa Nusadadi, Desa Karanggendang dan Desa Selandaka, Desa Bogangin dan Desa Kuntil Kecamatan Sumpiuh, Desa Kediri dan Tamansari Kecamatan Karanglewas.

Selain itu, Desa Banjarparakan dan Tipar Kecamatan Rawalo, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Desa Karangtalun Kidul dan Desa Kalitapen, dan Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati.

Selain itu, Desa Jatisaba dan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, dan Desa Buniayu Kecamatan Tambak. Selain itu, Desa Sawangan, dan Desa Karangsari Kecamatan Kebasen, Desa Gancang dan Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar dan Desa Klinting, Kecamatan Somagede.

Terkait makin meluasnya kekeringan di wilayah setempat, pihaknya masih terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan guna membantu warga yang membutuhkan.

"Hingga hari ini kami telah mendistribusikan 259 tanki atau setara dengan 1.295.000 liter air," katanya.

Baca juga: Sekitar Gunung Slamet masih berpeluang hujan

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar