12 perempuan korban perdagangan manusia diamankan

id Polres situbondo, korban perdagangan manusia, perdagangan orang

12 perempuan korban perdagangan manusia diamankan

Kapolres SItubondo AKBP Awan Hariono saat menyampaikan konferensi pers di Situbondo, Senin (29/7). (Novi Husdinarianto)

Situbondo (ANTARA) - Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo, Jawa Timur, mengamankan 12 perempuan yang diduga menjadi korban perdagangan orang untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di eks lokalisasi Gunung Sampan di Desa Kotakan, Kota Situbondo, Jawa Timur.

"Ada 12 perempuan yang diduga jadi korban perdagangan orang, dan lima perempuan di antaranya masih di bawah umur," kata Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono dalam konferensi pers di Situbondo, Senin.

Menurut ia, pengungkapan dugaan perdagangan orang untuk dijadikan pekerja seks komersial di eks lokalisasi Gunung Sampan itu bermula saat polisi memperoleh informasi dari masyarakat.

Berdasarkan informasi itulah, anggota Satreskrim Polres setempat melakukan penelusuran dan penyelidikan hingga mengamankan 12 perempuan korban perdagangan orang.

Ke-12 perempuan itu berasal dari Bandung, Jawa Barat, yang diamankan di rumah salah satu warga di kawasan eks lokalisasi Gung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo, pada Sabtu (27/7) malam.

Selain mengamankan 12 perempuan yang dijadikan PSK itu, lanjut dia, polisi juga mengamankan seorang perempuan dan seorang laki-laki yang diduga kuat sebagai mucikari.

"Kami turut mengamankan pengelola atau bosnya, dan seorang perantara perekrutan perempuan tersebut," kata Kapolres.

Selain mengamankan 12 perempuan korban perdagangan orang serta dua mucikari, polisi juga mengamankan barang bukti buku catatan terkait jumlah pria hidung belang yang dilayani perempuan itu.

Ke-12 perempuan asal Bandung itu, saat ini telah ditampung oleh Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, sedangkan dua mucikari masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Satreskrim Polres setempat.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar