PTPN IX terus tingkatkan produksi kopi kering

id PTPN IX

PTPN IX terus tingkatkan produksi kopi kering

Sejumlah perempuan pekerja melakukan penyortiran kopi di Pabrik Kopi Banaran, Kabupaten Semarang, Rabu (24/7). (Foto:Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara IX terus berupaya meningkatkan jumlah produksi kopi kering sebagai salah satu program hilirisasi produk perkebunan.

"Produksi kopi terus dikebut menjelang panen raya yang akan terjadi mulai dari Juli sampai September tahun ini," kata Manager Kebun Getas PTPN IX Budiyono saat ditemui di Pabrik Kopi Banaran, Kabupaten Semarang, Rabu.

Ia menyebutkan, pihaknya menargetkan produksi kopi kering sebesar 541 ton pada 2019 yang diproduksi dari empat perkebunan kopi di Jateng.

Keempat perkebunan kopi itu adalah perkebunan di Jollong, Kabupaten Pati, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Getas dan Ngobo di Kabupaten Semarang.

"Persiapan terus kami lakukan menjelang panen raya terutama peralatan pabrik kopi di kawasan Gemawang, Kabupaten Semarang, yang mengolah kopi mentah menjadi biji kopi," ujarnya.

Baca juga: PTPN IX kerja sama pengembangan agrowisata dan minyak asiri

Menurut dia, kapasitas produksi pabrik kopi Banaran saat ini bisa mengolah sampai 70 ton kopi kering setiap harinya.

Kendati demikian, produksi pada bulan ini belum maksimal karena belum memasuki masa panen raya kopi.

"Di sini kami mengolah kopi dari yang masih berwarna hijau sampai yang sudah berwarna merah untuk dijadikan biji kopi," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol mengatakan, hilirisasi produk sangat penting dilakukan karena pihaknya menargetkan 20 persen pendapatan dari sektor lain selain bisnis utama mereka yakni karet, gula, kopi, dan teh.

Terkait dengan untuk pendapatan, PTPN IX menghasilkan omzet rata-rata mencapai Rp1 triliun per tahunnya.

"Kami melihat potensi pariwisata dan kuliner di Jateng cukup menjanjikan sehingga kami mencoba masuk dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki," ujarnya.
Baca juga: PTPN IX-Perum Perindo tebar benur di Pemalang
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar