Ganjar: Kerukunan beragama jadi modal sosial pembangunan

id ganjar doa bersama

Ganjar: Kerukunan beragama jadi modal sosial pembangunan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri "Doa Bersama Merawat Toleransi demi NKRI" di Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Sabtu (20/7). (ANTARA/Heru Suyitno)

Mereka membangun bersama-sama. Tentu ini contoh yang sangat menarik
Temanggung (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal sosial dalam pembangunan yang harus terus dipertahankan.

"Dengan kerukunan antarumat beragama ini pemerintah merasa tenang, gampang memberikan rangsangan-rangsangan pembangunan karena ada modal sosial yang mereka selalu bangun dan rawat bersama-sama," kata dia di Temanggung, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai "Doa Bersama Merawat Toleransi demi NKRI" di Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Desa Kalimanggis merupakan salah satu desa di Kabupaten Temanggung yang warganya terdiri atas berbagai agama dan kepercayaan. Mereka selalu hidup rukun dalam bermasyarakat.

"Dengan aset yang demikian berharga inilah yang coba kita rawat, kita datangi, kita ajak komunikasi sehingga banyak persoalan yang muncul bisa diselesaikan dengan baik. Ini contoh desa yang menurut saya luar biasa," kata dia.

Ganjar mengatakan bahwa berbagai problem yang muncul di masyarakat, biasanya kalau ciri-ciri kerukunannya itu sudah kental, maka hampir seluruh persoalan mudah diselesaikan.

Baca juga: Bupati Batang Minta Jaga Kedewasaan Toleransi Beragama

Ia menyampaikan bahwa kehidupan di Desa Kalimanggis itu sebagai suatu contoh yang menarik, di mana suatu desa merawat keindonesiaan dengan keragaman agama yang ada di daerah itu, di mana mereka hidup dalam suasana rukun dan bersatu.

"Mereka membangun bersama-sama. Tentu ini contoh yang sangat menarik," kata dia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar mengatakan bahwa desa itu terkenal sebagai desa yang toleran karena kerukunan hidup antarumat beragama.

"Hal ini yang saya suka dari bapak ibu sekalian, terima kasih atas keyakinan masyarakat semua, atas ketulusan anda semua merawat Indonesia dengan kebhinekatunggalikaannya, dari orang-orang seperti ini, Indonesia akan ada terus-menerus," kata dia.

Ia menuturkan bahwa hal itulah yang harus dijaga dan diberikan pada anak cucu semua agar mereka selalu merawatnya. (LHP)

Baca juga: Umat Beragama di Boyolali Jaga Toleransi
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar