Pasokan elpiji bersubsidi di Kudus dipastikan aman

id pasokan elpiji bersubsidi, di Kudus aman

Pasokan elpiji bersubsidi di Kudus dipastikan aman

Elpiji bersubisi. (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan stok elpiji bersubsidi di daerah setempat selama bulan Juli 2019 tersedia dalam jumlah aman dan belum terlihat ada lonjakan permintaan, kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno.

"Setiap memasuki musim haji, permintaan elpiji ukuran 3 kilogram biasanya memang ada lonjakan. Akan tetapi, hingga kini belum terlihat ada kenaikan permintaan," ujarnya di Kudus, Rabu.

Meskipun demikian, pihaknya tetap akan melakukan pantauan lapangan guna memastikan bahwa di lapangan tidak ada permasalahan soal stok elpiji 3 kg.

Baca juga: Persebaran pangkalan elpiji bersubsidi du Kudus diharapkan merata

Apalagi, lanjut dia, pasokan elpiji ukuran 3 kg untuk Kabupaten Kudus tersedia sesuai kebutuhan masyarakat setiap bulannya.

Pasokan elpiji ukuran 3 kilogram selama 2019 sebesar 8,19 juta sehingga rata-rata per bulan sebesar 682.500 tabung.

Sementara permintaan elpiji 3 kg selama bulan Mei 2019, kata dia, ada kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 757.880 tabung, sedangkan bulan sebelumnya ada yang 634.670 tabung serta 713.590 tabung.

"Untuk bulan Juni 2019 masih menunggu laporan dari masing-masing pangkalan," ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir sehingga melakukan aksi borong karena pasokan elpiji dipastikan aman.

Baca juga: Kudus peroleh alokasi elpiji 8,19 juta tabung

Terkait harga jual, kata dia, hingga kini memang masih ada yang dijual di atas harga jual eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen karena belinya bukan di pangkalan.

"Jika jumlah pangkalan sudah ideal sesuai jumlah rumah tangga sasaran yang benar-benar membutuhkan elpiji bersubsidi tentunya harga jual bisa mendekati HET karena tidak ada lagi membeli elpiji bersubsidi melalui toko eceran yang biasanya harga jualnya lebih tinggi," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar