Kudus bareng swasta latih pengelola BUMDes

id pemkab kudus, gandeng swasta latih, pengelola bumdes kudus

Kudus bareng swasta latih pengelola BUMDes

Direktur Djarum Foundation FX Supanji saat memberikan sambutan pada acara pelatihan tentang tata cara pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Kudus terhadap pengelola BUMDes di Djarum Oasis Kretek Factory Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/7). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggandeng Djarum Foundation untuk memberikan pelatihan tentang tata cara pengelolaan badan usaha milik desa di Kabupaten Kudus untuk mendukung program pemerintah menciptakan kemandirian desa.

Pelatihan yang digelar di Djarum Oasis Kretek Factory Kudus, Jawa Tengah, Senin, melibatkan perangkat desa dan pendamping desa dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Kudus.

"Mudah-mudahan pelatihan tersebut memberikan wawasan dan pengetahuan tambahan tentang pengelolaan BUMDes," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil didampingi Wakilnya Hartopo dan Direktur Djarum Foundation FX Supanji di Kudus, Senin.

Ia berharap BUMDes di Kudus nantinya mengelola masalah lingkungan, mulai dari pemilahan sampah hingga menjadikannya sebagai pupuk kompos.

Setidaknya, kata dia, satu BUMDes bisa mengelola satu bank sampah.

Menurut dia keberadaan BUMDes nantinya bisa menjadi penggerak ekonomi di desa karena selama ini lebih fokus di desa.

Ia berterima kasih kepada Djarum Foundation yang bersedia memberikan pelatihan agar pengelolaan BUMDes di Kudus semakin berkembang dan bisa menjadi model di Tanah Air sesuai cita-cita dari Djarum Foundation.

Peserta pelatihan, diharapkan setelah pulang ke desanya masing-masing mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

"Kami berharap peserta pelatihan juga serius mengikuti pelatihan dan harus bekerja keras, bukan asal kerja," ujarnya.

Terkait permodalan dalam pengembangan BUMDes, kata dia, tidak usah ragu karena perbankan juga bisa membantu, sedangkan Pemkab Kudus siap memfasilitasinya.

Sementara itu, Direktur Djarum Foundation FX Supanji mengingatkan dalam mewujudkan suatu cita-cita, terutama dalam hal pengelolan lingkungan harus mendapatkan dukungan semua pihak.

Demikian halnya, kata dia, dalam hal pengetahuan tentang pengelolaan suatu usaha, harus ditularkan kepada orang lain agar orang lain juga mendapatkan kemakmuran.

"Jika semua terangkat, tentunya desa di Kudus juga akan menjadi desa yang maju," ujarnya.

Baca juga: BUMDes berperan tingkatkan ekonomi desa

Pelatihan BUMDes di Kudus dilaksanakan secara bertahap sehingga materi yang diberikan berkesinambungan terkait bagaimana pengelolaan BUMDes yang profesional.

Pelatihan tahap pertama berlangsung pada 23 Mei 2019, pelatihan tahap dua digelar 24-27 Juni 2019, dan pelatihan tahap tiga pada tanggal 8-12 Juli 2019.

Materi pelatihan pertama seputar regulasi BUMDes, pelatihan kedua tentang potensi desa, pemilihan usaha BUMDes yang sesuai dengan potensi yang dimiliki, pembuatan proyeksi keuangan usaha, dan pelatihan tahap tiga dengan materi pembuatan rencana usaha, pembukuan keuangan, kepemimpinan dan kerja sama tim, serta paparan dari peserta terkait usaha BUMDes dari masing-masing desa.

Program pelatihan BUMDes di Kudus yang digagas Djarum Foundation tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui tahapan riset dan survei lapangan selama setahun sebelumnya.

Di antaranya, mengunjungi desa dan melihat langsung kondisi BUMDes di Kudus, kemudian diperoleh apa yang menjadi masalah utama BUMDes di Kudus, terutama minimnya pemahaman perangkat desa dan pengurus BUMdes dalam tata kelola dan manajerial usaha.

Djarum Foundation ingin memulainya dari pengembangan sumber daya manusianya, karena untuk modal usaha BUMDes dapat diambilkan dari Dana Desa.

Melalui pelatihan tersebut, BUMDes di Kudus dihrapkan menjadi lebih baik lagi dan bisa menjadi penggerak ekonomi desa.

Jika BUMDes bisa bekerja secara profesional, dipastikan pihak swasta atau perusahaan di Kudus tidak ragu menjalin kerja sama.

Baca juga: Pemkab Kudus kaji pelibatan bumdes salurkan elpiji 3 kg
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar