Dipadati pengunjung dari Jawa dan luar Jawa, UMKM Rembang panen pembeli

id umkm rembang, jateng fair, semen gresik,.

Dipadati pengunjung dari Jawa dan luar Jawa, UMKM Rembang panen pembeli

Gerai UMKM Rembang binaan PT Semen Gresik di Jateng Fair 2019 (Foto: Semen Gresik)

Semarang (ANTARA) - Ajang (event) Jateng Fair 2019 menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Keikutsertaan mereka yang difasilitasi PT Semen Gresik dalam ajang pameran yang ditarget dikunjungi 500 ribu pengunjung itu tak hanya mendongkrak transaksi penjualan, namun juga menaikkan citra positif sekaligus meluaskan jaringan serta pangsa pasar produk lokal unggulan khas Rembang.  

Sebab pengunjung gerai (stand) tak hanya berasal dari kota/kabupaten di wilayah Pulau Jawa saja, namun juga hingga luar Jawa.  Seperti apa? 


Wajah Siti Nafiah berbinar saat mengunjungi stand PT Semen Gresik di Balai Merapi kompleks PRPP Semarang. Perempuan yang berprofesi sebagai hakim Pengadilan Negeri (PN) di Banjarmasi Kalimantan Selatan dan tiga rekannya langsung membeli beberapa produk UMKM asal Rembang yang dipajang di gerai tersebut untuk oleh-oleh keluarga dan koleganya yang ada di luar Jawa.

Tak hanya rombongan hakim asal Banjarmasin yang mengunjungi gerai Semen Gresik. Ada juga rombongan pejabat peserta Rakernas XIV Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang digelar  awal Juli ini di Kota Semarang. Mereka juga memborong kopi Lasem dan produk UMKM di gerai Semen Gresik.

"Suami saya asli Rembang. Ini untuk oleh-oleh pengobat rindu kampung halaman," kata hakim Siti, begitu ia biasa disapa.

Jateng Fair 2019 digelar sejak Jumat (28/6) hingga Minggu (14/7) di kompleks PRPP Semarang. PT Semen Gresik merupakan salah satu sponsor event prestisius untuk mempromosikan produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Jawa Tengah ini. 

Tak hanya itu, perusahaan persemenan terkemuka ini juga membuka gerai pameran di ajang yang dimeriahkan dengan beragam wahana permainan spektakuler dan penampilan artis, musisi, serta  grup band level nasional ini.
 
Gerai UMKM Rembang di Jateng Fair 2019 (Foto: Semen Gresik)

Lokasi gerai Semen Gresik tergolong strategis karena berada di tengah-tengah antara pintu masuk dengan panggung utama. Gerai juga nyaman karena berada di dalam ruangan besar full AC. 

Gerai itu diperuntukkan bagi UMKM Kabupaten Rembang yang merupakan mitra perusahaan persemenan terkemuka ini maupun induk perusahaan yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. 

Ada 38 UMKM asal Rembang yang produknya diberdayakan dan diangkat dengan cara dipamerkan serta dipromosikan di stand tersebut. Mulai dari kerajinan akar kayu jati, batik Lasem, kopi lelet, hingga berbagai jajanan khas Rembang. 

Akar Maju Jaya merupakan salah satu pengisi stand Semen Gresik. Selain itu ada juga Batik Bulu Matoh, Butik Batik Najma, dan puluhan sektor industri rumahan yang tergabung dalam Forum UMKM Kabupaten Rembang. 

Berkah event Jateng Fair 2019 dirasakan oleh UMKM asal Rembang yang difasilitasi Semen Gresik. Pemilik Akar Maju Jaya, Haryati misalnya, selama beberapa hari pameran berhasil membukukan transaksi sebesar Rp6,5 juta.  Tiga buah kerajinan berbahan dasar akar kayu Jati miliknya diborong oleh pengunjung.

Menurut Haryati, pengunjung stand Semen Gresik berasal dari berbagai daerah. Pengunjung juga dinilainya tak hanya sekedar melihat-lihat produk, namun juga berniat membeli berbagai produk yang dipajang.

Efektif

Meski tak semuanya langsung berujung transaksi saat pameran, Haryati menilai pameran seperti Jateng Fair 2019 efektif untuk lebih mempromosikan kerajinan akar kayu buatannya kepada khalayak luas, baik wilayah Jateng maupun lainnya.

"Sebenarnya banyak yang tanya soal kerajinan akar kayu jati. Ada yang transaksi langsung saat pameran tapi ada juga yang pending (tunda/menunggu) karena belum deal harganya. Pengalaman saya kalau seperti ini biasanya justru banyak transaksi usai pameran rampung,” kata Haryati, warga Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. 

Rona bahagia juga dirasakan pelaku UMKM lain yang ikut pameran di gerai Semen Gresik. Selama 7 hari sejak Jateng Fair dibuka, ada ratusan produk yang diborong pengunjung. Mulai dari kopi Lasem, tas rajut, terasi udang atau cumi-cumi hingga berbagai jajanan khas Rembang. Rata-rata, tiap hari ada 25 – 30 pieces produk yang dibeli pengunjung, sedang nilai transaksi harian bisa mencapai Rp1 juta rupiah. 

Pembina Forum UMKM Kabupaten Rembang Sugeng Setyo Hariyadi mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya Semen Gresik yang memfasilitasi promosi di ajang Jateng Fair 2019. Ke depan, Tyo,  sapaan akrab Sugeng Setyo Hariyadi, berharap anggota Forum UMKM Kabupaten Rembang yang jumlahnya mencapai 500 pelaku usaha juga bisa diberi kesempatan lagi mengikuti event pameran lainnya.

“Kerja sama juga tidak hanya berupa pameran produk baik level lokal, regional, atau nasional saja, namun bisa berbentuk pelatihan wirausaha . Selama ini Forum UMKM aktif menyemaikan benih enterpreneurship ke sekolah, pondok pesantren, dan desa-desa miskin di Rembang. Kontribusi Semen Gresik sangat diharapkan karena itu juga bagian untuk memberdayakan masyarakat,” harap Tyo.
 
Gerai UMKM Rembang di Jateng Fair 2019 (Foto: Semen Gresik)
  
Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan pihaknya berkomitmen ikut mengangkat dan memberdayakan UMKM yang ada di Rembang.

Bentuknya beragam mulai dari kucuran bantuan modal seperti yang selama ini sudah dilakukan holding (induk) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk hingga membantu memperluas jaringan pangsa pasar melalui beragam pameran. 

“Akhir Juli ini ada Rembang Expo nanti kita fasilitasi lagi pelaku UMKM. Semen Gresik ingin tumbuh, berkembang, dan berkontribusi positif untuk berbagai elemen masyarakat Rembang dan sekitarnya,” tandas Gatot Mardiana. (bersambung). (KSM)
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar