14 desa di Pemalang krisis air bersih

id kekeringan pemalang,krisis air pemalang,bencana musim kemarau

14 desa di Pemalang krisis air bersih

Petugas Badan Penanggulangan Air Bresih Kabupaten Pemalang menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Pulosari dan Belik. (ANTARA/Kutnadi)

Pemalang (ANTARA) - Musim kemarau menimbulkan kekeringan yang menyebabkan warga 14 desa di Kecamatan Pulosari dan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kekurangan air bersih menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Kabupaten Pemalang Wismo di Pemalang, Kamis, mengatakan puncak musim kemarau tahun ini diprakirakan berlangsung hingga September 2019.

"Dampaknya, musim kemarau yang cukup panjang ini berdampak pada belasan desa yang mengalami kelangkaan air bersih," katanya.

BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang menghadapi kekurangan air.

Baca juga: Pemprov Jateng antisipasi dampak kekeringan di daerah-daerah rawan

"Kami menjamin pasokan atau dropping air bersih akan berjalan lancar meski ada keterbatasan jumlah armada," katanya.

Ia mengimbau warga bijaksana menggunakan air. "Kami imbau warga dapat memanfaatkan air bersih itu secukupnya saja."

Beberapa warga di desa menghadapi kekurangan air bersih berusaha menghemat air dengan mengurangi frekuensi mandi menjadi satu kali per hari. Sebagian warga juga membeli air dan mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan.

Di antara warga ada yang menggunakan mesin pompa untuk menyedot air dari sumber air dan mengalirkannya ke tandon. Mereka kemudian menjual air dengan harga Rp50 ribu per 1.400 liter air kepada warga yang membutuhkan.

Baca juga: Hadapi kekeringan, Pemprov Jateng jaga debit air puluhan waduk
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar