Menaker: Bonus demografi bisa jadi berkah dan bencana tergantung kualitas SDM

id Menaker, SMA Pradita Dirgantara

Menaker: Bonus demografi bisa jadi berkah dan bencana tergantung kualitas SDM

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat membuka Kompetisi MOS+ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara Surakarta (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, bonus demografi tahun 2030 bisa menjadi berkah dan juga bisa menjadi bencana karena tergantung  kualitas sumber daya manusia (SDM) angkatan kerjanya.

"Bonus demografi bisa jadi berkah dan bencana. Menjadi berkah apabila SDM berkualitas, pekerja keras, dan tidak sedikit-sedikit mengeluh," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat membuka Kompetisi MOS+ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara Surakarta, Rabu.

Meski demikian, dikatakannya, bonus demografi tersebut akan menjadi bencana apabila SDM yang dimiliki tidak berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah menggenjot pada pendidikan vokasi sebagai bekal.

Ia mengakui sejauh ini dari sisi kualitas SDM di Indonesia cukup memadai, sedangkan dari sisi lain yaitu jumlah SDM dan kualitas persebaran masih menjadi tantangan bagi pemerintah.

Berdasarkan data, dikatakannya, jumlah angkatan kerja di Indonesia sebanyak 129  juta orang. Dari total tersebut 58 persen di antaranya merupakan lulusan SD dan SMP.

Baca juga: Menaker: Akun medsos bakal jadi syarat lamaran pekerjaan

Sebagai perbandingan, dikatakannya, dari 10 orang tenaga kerja 6 di antaranya merupakan lulusan SD dan SMP. Selanjutnya dari sisanya yaitu 4 orang yang lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi ini 2 di antaranya memiliki pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

"Oleh karena itulah mengapai sektor pendidikan masih harus digenjot karena sampai saat ini rerata pendidikan kita hanya 8,8 tahun.
Pemerintah harus kerja keras mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk menggenjot pendidikan vokasi agar kualitas SDM makin baik," katanya.

Ia mengatakan tantangan tersebut akan bisa dilalui selama masyarakat bersatu menjadi sebuah bangsa.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang hadir pada acara itu berharap melalui kompetisi tersebut para pelajar bisa mengembangkan diri untuk menjadi generasi emas Indonesia yang akan memimpin di tahun 2045.

"Ini wujud sinergi TNI AU untuk membangun komunitas siswa dan menyiapkan SDM yang mampu bersaing pada era industri 4.0 Dengan kualitas SDM yang baik maka kami optimistis Indonesia bisa menyongsong bonus demografi pada 2030," katanya.

Baca juga: Diresmikan Menaker, pertama kali BLK miliki Studio Fashion Technology
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar