BI turunkan biaya transfer pada SKNBI

id Penurunan biaya transfer

BI turunkan biaya transfer pada SKNBI

Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta Bandoe Widiarto saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Bank Indonesia menurunkan biaya transfer pada layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Penurunan biaya transfer melalui SKNBI dari maksimal Rp5.000 menjadi Rp3.500/transaksi," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta Bandoe Widiarto di Solo, Senin.

Sedangkan untuk layanan lainnya seperti kliring warkat debit, layanan pembayaran reguler dan layanan kliring, penagihan reguler tetap Rp5.000/transaksi.

Selain biaya, dikatakannya, perubahan juga terjadi pada jadwal layanan transfer dana. Ia mengatakan saat ini periode setelmen dilakukan lima kali dalam sehari, yaitu pukul 09.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.45 WIB.

"Sedangkan yang reguler hanya dua kali pada pukul 08.00 WIB dan 14.45 WIB. Setelah disempurnakan layanan transfer dana dan pembayaran reguler ditambah menjadi sembilan kali dalam satu hari, yaitu dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 16.45 WIB," katanya.

Ia mengatakan perubahan layanan tersebut dilakukan BI untuk memberikan kenyamanan sekaligus mendorong kegiatan bisnis agar lebih efisien dan meningkat.

Sementara itu, pihaknya juga melakukan efisiensi dari sisi "service level agreement", yaitu di mana sebelumnya transaksi dilakukan maksimal dua jam dari masing-masing di bank pengirim dan bank penerima, untuk saat ini waktunya menjadi lebih singkat.

"Tidak sampai dua jam, dengan demikian bisa lebih cepat untuk menyelesaikan transaksi antarbank," katanya.

Sementara itu, Vice President Bank Mandiri Tbk Area Surakarta Ony Suryono Widodo mendukung kebijakan tersebut.

"Harapan kami penyempurnaan ini akan membantu masyarakat dalam menunjang kegiatan operasional bisnis lebih efektif dan efisien," katanya.

Sebagai langkah dukungan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi baik secara internal maupun eksternal, khususnya kepada nasabah.

Baca juga: BI Surakarta berupaya tekan peredaran uang palsu

Baca juga: Jaga inflasi 3,5 persen, BI Surakarta mantapkan 4 K
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar