Angka inflasi Solo tinggi saat Lebaran

id Inflasi, solo, lebaran

Angka inflasi Solo tinggi saat Lebaran

Ilustrasi-Situasi Bandara Adi.Soemarmo saat momentum Lebaran lalu. Tarif angkutan udara menjadi salah satu penyumbang inflasi Kota Solo saat Lebaran 2019 (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Angka inflasi Kota Solo lebih tinggi saat Lebaran dibandingkan bulan Ramadhan seiring dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pokok.

"Jika saat Ramadhan atau bulan Mei inflasi di kisaran 0,28 persen, saat momentum Lebaran hingga pascalebaran atau bulan Juni mencapai 0,45 persen," kata Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Herminawati di Solo, Senin.

Ia mengatakan tingginya laju inflasi tersebut karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh indeks harga konsumen di angka 131,89.

Menurut dia, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga di antaranya adalah kelompok bahan makanan naik 0,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok, dan tembakau naik 0,99 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,04 persen.

Selain itu, ada pula kelompok sandang naik 0,15 persen, kelompok kesehatan naik 0,10 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga naik 0,01 persen serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,65 persen.

Sedangkan jika dilihat dari komoditas utama penyumbang laju inflasi, salah satunya merupakan kontribusi dari tarif angkutan antarkota yang memberi andil sebesar 0,07 persen, rokok kretek 0,06 persen, dan cabai merah memberikan andil sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, penurunan harga daging ayam dan bawang putih menjadi penghambat laju inflasi Kota Solo selama periode Juni 2019.

"Meski saat Lebaran laju inflasi tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi jika dibandingkan kota lain di Jawa Tengah laju inflasi Kota Solo menduduki peringkat paling rendah," katanya.

Berdasarkan data, dikatakannya, angka inflasi di enam kota lain di Jawa Tengah tercatat lebih tinggi, yaitu Tegal berada di angka 0,82 persen, Cilacap 0,75 persen, Kudus 0,61 persen, Semarang 0,60 persen, dan Purwokerto 0,54 persen.

Baca juga: BI sebut inflasi berdampak pada banyak sektor

Baca juga: Harga cabai dan bawang merah picu inflasi Jateng


 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar