Kemenag Banyumas terima laporan dua calon haji meninggal

id haji

Kemenag Banyumas terima laporan dua calon haji meninggal

kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Banyumas Purwanto Hendro Puspito (wuryanti puspitasari)

Purwokerto (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerima laporan mengenai dua orang calon haji (calhaj) asal wilayah setempat yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

"Ada dua orang dilaporkan meninggal dunia, asal Baturraden dan asal Sokaraja," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Imam Hidayat melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Banyumas Purwanto Hendro Puspito di Purwokerto, Selasa.

Dengan demikian, kata dia, ada perubahan jumlah calon haji asal wilayah setempat yang akan berangkat ke Tanah Suci. "Sebelumnya 1.253 orang dan pada saat ini menjadi 1.251 orang," katanya.

Sementara itu, berdasarkan peraturan yang berlaku, calhaj yang meninggal dunia sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci bisa digantikan oleh ahli warisnya.
"Apabila ada calhaj yang meninggal dunia setelah melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), maka bisa digantikan ahli warisnya," katanya.

Kendati demikian, ahli waris baru bisa diberangkatkan pada 2020 karena harus mengurus dokumen, visa dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah menginformasikan bahwa sebanyak 1.251 calon haji asal wilayah setempat akan mengikuti manasik massal pada 19 Juni 2019.

"Manasik haji massal tingkat kabupaten akan dilaksanakan 19 Juni di gedung IPHI Kabupaten Banyumas," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, akan hadir perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Setelah itu, kata dia, pihaknya mempersiapkan kegiatan manasik massal kedua, tanggal 4 Juli 2019 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Dia menambahkan, sosialisasi mengenai pelaksanaan manasik haji telah dilakukan kepada seluruh calon haji asal wilayah setempat.

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar