ISI: Darmasiswa jadi "soft diplomacy" Indonesia

id Darmasiswa, isi Surakarta

ISI: Darmasiswa jadi

Ketua Tim Pembekalan Darmasiswa ISI Surakarta Wasi Bantolo (dua dari kanan) memberikan penjelasan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyatakan program Darmasiswa mampu menjadi "soft diplomacy" Indonesia di kancah internasional karena sekaligus bisa mengenalkan kesenian Indonesia di luar negeri.

"Program ini sekaligus untuk mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional," kata Ketua Tim Pembekalan Darmasiswa ISI Surakarta Wasi Bantolo pada jumpa pers Pembekalan Kepulangan Darmasiswa Scholarship di Solo, Kamis.

Darmasiswa adalah program beasiswa tahunan dari Pemerintah Indonesia kepada mahasiswa di negara-negara yang menggalang hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Secara keseluruhan, katanya, pada tahun ini ada 7.851 peserta program Darmasiswa dari 121 negara sahabat yang mengikuti program tersebut.

"Khusus di ISI, tahun ini kami menerima sebanyak 15 mahasiswa Darmasiswa dari tujuh negara, yaitu Hungaria, Kepulauan Nevis, Meksiko, Spanyol, Jepang, Slovakia, dan Timor Leste," katanya.

Ia mengatakan selama ini hampir setiap tahun jumlah tersebut terus meningkat. Pada tahun depan, ISI memperoleh jatah 28 mahasiswa.

Ia mengatakan pada program tersebut para mahasiswa mengikuti program pendidikan budaya dan Bahasa Indonesia selama 10 bulan.

Pada kegiatan Pembekalan Kepulangan Darmasiswa Scholarship tersebut para mahasiswa yang sudah belajar budaya dan Bahasa Indonesia akan menampilkan hasil pembelajarannya selama 10 bulan di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Art Director Pembekalan Kepulangan Wahyu Novianto mengatakan acara pembekalan kepulangan tersebut akan dilaksanakan pada 17-19 Juni 2019.

"Pada pertunjukan ini nanti kami akan melibatkan 70 perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam program Darmasiswa ini. Kami juga akan melibatkan 443 peserta dari 82 negara," katanya.

Ia mengatakan untuk pertunjukannya akan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Balai Kota Surakarta, Pura Mangkunegaran, dan Kampus ISI Surakarta.

Salah seorang peserta program Darmasiswa, Zsuzsa, mengaku senang bisa mempelajari kebudayaan Jawa yang cukup kompleks.

"Di negara asal, saya merupakan aktor dan pemain boneka tanam. Saya senang mengenal budaya Indonesia dan akan menceritakan pada teman-teman saya di sana. Harapannya saya bisa kembali lagi ke Indonesia karena saya belum menguasai Bahasa Indonesia," kata mahasiswa asal Hungaria tersebut.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar