Pedagang Pasar Klewer bosan berjualan di pasar darurat

id Pedagang Pasar Klewer, bosan menempati pasar darurat

Pedagang Pasar Klewer bosan berjualan di pasar darurat

Lahan Pasar Klewer Timur yang sudah dibongkar dan tinggal menunggu realisasi pembangunan dari pemerintah pusat di kawasan Keraton Surakarta, Rabu (12-6-2019). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Para pedagang Pasar Klewer timur mengaku sudah bosan terlalu lama berjualan di pasar darurat Alun-Alun Utara kawasan Keraton Surakarta terkait dengan adanya gugatan warga terhadap ketidakpastian pembangunan pasar baru.

"Saya mendukung warga Solo yang melakukan gugatan atas ketidakpastian pembangunan Pasar Klewer Timur itu," kata Ahmad Sodik (54), salah satu pedagang Pasar Klewer Timur di Solo, Rabu.

Menurut dia, somasi atau gugatan warga Solo terhadap pemerintah tersebut dinilai sebagai bentuk dorongan agar segera dimulainya pembangunan Pasar Klewer Timur.

"Saya sebagai pedagang inginnya segera menempati bangunan pasar baru, tetapi hingga sekarang belum ada kepastian," katanya.

Pemerintah Kota Surakarta pertama kali merobohkan bangunan lama Pasar Klewer Timur pada 2016, telah menjanjikan akan dibangun kembali satu tahun kemudian. Namun, pemerintah hingga sekitar tiga tahun ini, belum merealisasikan bangunan baru.

Ia mengatakan, para pedagang sebenarnya sudah ingin segera menempati pasar baru, karena berjualan di pasar darurat memang kurang nyaman baik untuk pembeli maupun berjualan.

Pedagang lain Wasiem (51) juga merasakan sama. Ia menilai adanya gugatan tersebut tentunya dapat berdampak positif, dan pasar segera dibangun. Setelah itu, para pedagang bisa langsung pindah menempati bangunan baru.

Sejumlah warga Solo, Jawa Tengah, sebelumnya telah melakukan somasi kepada pemerintah dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Surakarta terkait ketidakpastian pembangunan Pasar Klewer Timur, yang selama tiga tahun belum terlaksana.

Menurut Arif Sahudi selaku kuasa hukum dari Perkumpulan Bantuan Hukum Peduli Keadilan (PEKA), selaku kuasa hukum empat warga Solo pihaknya mengajukan gugatan kepada Wali Kota Surakarta, Kementerian Perdagangan, dan Presiden RI, terkait dengan ketidakpastian pembangunan Pasar Klewer Timur di Solo yang hingga kini masih mangkrak.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan pihaknya meminta para pedagang tetap bersabar karena pemerintah segera membangun Pasar Klewer Timur yang akan dimulai Agustus tahun ini.

Menurut Rudyatmo, rencana pembangunan Pasar Klewer Timur itu berada di pemerintah pusat. Pasar itu akan dibangun dengan sistem "multiyears" dan diperkirakan April 2020 baru selesai.

Pelaksanaan pembangunan diperkirakan dimulai Agustus 2019, dan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proses lelang semua dilakukan di pusat termasuk Pasar Legi Solo.

Rudyatmo juga tidak mempermasalahkan soal gugatan tersebut, somasi proses hukumnya biar berlanjut. Pihaknya hanya memberitahukan ke pusat jika sudah tahapan lelang pembangunan Pasar Klewer timur.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar