Bupati pastikan tidak ada ASN Banyumas bolos

id Hari pertama kerja, apel pascacuti bersama,ASN Banyumas,Jateng

Bupati pastikan tidak ada ASN Banyumas bolos

Bupati Banyumas Achmad Husein (kanan) memimpin apel hari pertama masuk kerja usai cuti bersama di halaman Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (10/6/2019). (ANTARA/ Sumarwoto)

Buatlah program-program yang dapat mengurangi kemiskinan di desa-desa yang diampu
Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Achmad Husein memastikan tidak ada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang membolos pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama dalam rangka Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Apel pagi ini untuk mengecek kehadiran dari teman-teman, ternyata relatif aman, semuanya sudah masuk kerja. Tadi ada tiga (ASN yang tidak ikut apel, red.) karena sakit, ada dua lagi yang tidak diketahui tapi tadi katanya terlambat hadir," katanya usai memimpin apel hari pertama masuk kerja di halaman Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Ia mengatakan hal itu berarti tidak ada ASN yang membolos pada hari pertama masuk kerja sehingga tidak ada masalah.

Saat memberikan sambutan dalam apel, Bupati Achmad mengajak seluruh ASN giat berolahraga agar badannya tetap sehat sehingga bisa melayani masyarakat dengan baik.

Dia juga meminta dukungan dan bantuan dari seluruh ASN untuk ikut serta menangani masalah sampah di rumah masing-masing.

"Jangan sampai ada sampah keluar dari (halaman, red.) rumah selain sampah yang terbuat dari plastik. Semua sampah organik atau sampah yang mudah busuk itu tidak perlu keluar (halaman, red.) rumah," katanya.

Ia mengajak ASN untuk mengolah sampah-sampah organik tersebut menjadi pupuk dengan disemprot menggunakan cairan probiotik dan bahan lainnya yang terjangkau.

Untuk sampah anorganik, khususnya yang terbuat dari plastik, kata dia, akan diolah menjadi barang yang bermanfaat.

Pemkab Banyumas dalam waktu dekat akan mendapatkan 20 mesin pencacah plastik dan akan ditempatkan di wilayah-wilayah yang memerlukan.

Khusus sampah bekas tas "kresek" (plastik), lanjut dia, nantinya bisa diolah menjadi bahan campuran aspal.

"Aspal 'hotmix' yang dicampur plastik akan lebih kuat karena pori-porinya menjadi tertutup sehingga air tidak dapat masuk ke bawah," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia minta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas mewajibkan rekanan untuk mencampurkan hasil olahan limbah plastik ke dalam aspal jika ada tender proyek perbaikan jalan.

Dalam kesempatan tersebut, ia bersyukur karena angka kemiskinan di Kabupaten Banyumas terus menurun.

"Bahkan, penurunan angka kemiskinan di Banyumas merupakan yang terbaik di Jawa Tengah, sedangkan Jawa Tengah menjadi terbaik di tingkat nasional," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui masih ada sejumlah desa di Kabupaten Banyumas yang tergolong miskin.

Oleh karena itu, dia meminta seluru kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kecuali Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) untuk menjadi pengampu desa-desa yang masih tergolong miskin.

"Buatlah program-program yang dapat mengurangi kemiskinan di desa-desa yang diampu," katanya.

Usai apel, Bupati Banyumas Achmad Husein didampingi istri, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi istri, serta Sekretaris Daerah Banyumas Wahyu Budi Saptono didampingi istri berhalalbihalal dengan seluruh ASN, khususnya di lingkungan Sekretariat Daerah Banyumas, Badan Keuangan Daerah, dan Sekretariat DPRD Kabupaten Banyumas. 



 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar