Bupati Kudus: Pejabat harus kuasai kemajuan teknologi

id pejabat di kudus, dituntut kuasai, kemajuan teknologi,Pejabat kuasai teknologi

Bupati Kudus: Pejabat harus kuasai kemajuan teknologi

Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat menyerahkan surat keputusan pengangkatan pegawai dalam jabatan pengawas di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/5). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Semua pejabat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dituntut mampu menguasai teknologi serta mengikuti perkembangan teknologi karena nantinya mereka harus melakukan pekerjaan seperti halnya staf pegawai, kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil.

"Kami ingatkan, semua pejabat di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kudus harus mampu menguasai teknologi, terutama komputer untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari," ujarnya ditemui usai melantik 162 pegawai untuk jabatan pengawas di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu.

Apalagi, lanjut dia, nantinya posisi staf di sejumlah OPD mengalami kekurangan menyusul banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun.

Bahkan, dia memprediksi, nantinya bakal tidak ada lagi staf karena perputaran pegawai bakal dinamis sehingga sejumlah tugas yang sebelumnya dikerjakan staf harus dikerjakan sendiri.

Sementara upaya menambah pegawai baru melalui seleksi CPNS dari formasi umum juga minim, sedangkan kebutuhan pegawai untuk posisi staf cukup banyak.

"Pejabat harus bisa mengoperasikan laptop. Setidaknya, ketika ada informasi yang sifatnya rahasia bisa diketik sendiri oleh pejabat mulai dari Sekda, asisten, maupun kepala dinas," ujarnya.

Dalam rangka memastikan bahwa para pejabat di lingkungan Pemkab Kudus menguasai teknologi, maka akan dilakukan inspeksi mendadak untuk menguji kemampuan mereka dalam hal penguasaan teknologi.

Apabila tidak memiliki kemampuan yang diharapkan, kata dia, tentunya akan menjadi pertimbangan tersendiri terkait posisi jabatannya karena era sekarang harus selalu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi.

Pada kesempatan tersebut, dia meminta, para pegawai yang baru dilantik untuk bekerja sungguh-sungguh karena organisasi akan terus berjalan dinamis dengan menyesuaikan kompetensi dan kemampuan.

Rotasi jabatan, katanya, penting untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong serta kesempatan junior untuk naik jabatan menggantikan senior yang mulai memasuki masa pensiun.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar