Tiga desa di Banyumas alami krisis air bersih

id air bersih

Tiga desa di Banyumas alami krisis air bersih

Tim BPBD Banyumas melakukan distribusi air bersih. (Foto: Dok. BPBD Banyumas)

Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menginformasikan bahwa sudah tiga desa di kabupaten tersebut yang mengalami krisis air bersih menyusul penurunan curah hujan di wilayah setempat.

"Laporan terakhir yang masuk ke kami, sudah tiga desa yang mulai mengalami krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto di Banyumas, Minggu.

Tiga desa tersebut, kata dia, yakni Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja dan Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas.

"Baru kemarin ini kami mendistribusikan air bersih kepada warga yang berlokasi di RT 03 dan 04 RW 06, Desa Kediri Kecamatan Karanglewas sebanyak satu mobil tangki, dan sebelumnya kami juga telah mendistribusikan air bersih ke Desa Nusadadi dan Karanganyar," katanya.

Dia menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap dampak penurunan curah hujan di wilayah tersebut.

"Kami juga terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam pendistribusian air bersih bagi warga terdampak kekeringan yang membutuhkan bantuan," katanya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Banyumas, juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2019 ini.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Banyumas diketahui pada tahun 2018 lalu ada sejumlah kecamatan yang mengalami kekeringan di Banyumas.

Sejumlah kecamatan tersebut, antara lain, Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas.
Dia menambahkan, BPBD Banyumas pada saat ini memiliki sekitar tiga armada tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.

"Kami memiliki tiga armada, namun satu mobil bisa melaksanakan sekitar empat hingga enam kali penyaluran ke wilayah-wilayah terdampak. Selain itu biasanya juga akan ada bantuan armada lainnya dari berbagai pihak misalkan dari Bakorwil dan PDAM," katanya.
 

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar