Sudah mandiri, 3 KPM Kota Magelang tidak lagi terima BPNT

id bantuan sosial, bpnt, dinsos kota magelang

Sudah mandiri, 3 KPM Kota Magelang tidak lagi terima BPNT

Suasana penyerahan BPNT di e-Warong "Candol" Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Selasa (21/5). (ANTARA/Humas Pemkot Magelang)

Diharapkan ke depan juga menjadi tempat layanan koperasi simpan pinjam. Kalau mereka sudah bisa mengelola keuangan maka akan dilepas, bisa mandiri
Magelang (ANTARA) - Sebanyak tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Magelang memutuskan tidak lagi menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial karena sudah mandiri dan mampu secara ekonomi.

"Alasan mereka karena sudah mandiri dan mampu sehingga menolak BPNT. Ini langkah positif yang bisa ditiru oleh KPM lain jika sudah mampu," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang Hardi Siswantono di sela penyerahan BPNT di e-Warong "Candol" Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, di Magelang, Selasa.

Mereka bertiga, masing-masing berasal dari Kelurahan Rejowinangun Selatan, Jurangombo Selatan, dan Rejowinangun Utara. Mereka mengundurkan diri dari program itu sejak 2018.

Total penerima BPNT di kota itu per Mei 2019 mencapai 4.161 KPM. Mereka tersebar di 17 kelurahan, sedangkan keluarga tidak mampu yang tercatat di Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin (DTPFM) masih sekitar 9.000 KPM.

Setiap KPM mendapatkan bantuan sosial pangan nontunai berupa beras delapan kilogram dan telur ayam rata-rata satu kilogram setiap bulan. Total nilainya Rp110.000.

"Rata-rata KPM ada yang bekerja sebagai buruh cucian, asisten rumah tangga, dan buruh serabutan," kata Hardi didampingi Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Magelang Titin Haryani Murtiningrum.

Kemensos memiliki sarana pencairan bantuan sosial berupa bahan pangan pokok dan/atau uang tunai secara elektronik, kebutuhan usaha, serta pemasaran hasil produksi melalui program Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong). Program itu dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (Kube) Program Keluarga Harapan

Ia mengatakan e-Warong untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat bantuan sosial.

Fungsinya, ujar dia dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang, sebagai tempat menjual bahan pangan murah berkualitas dan kebutuhan pokok rumah tangga, agen bank penyalur bantuan sosial nontunai, dan tempat pemasaran hasil produksi Kube.

"Diharapkan ke depan juga menjadi tempat layanan koperasi simpan pinjam. Kalau mereka sudah bisa mengelola keuangan maka akan dilepas, bisa mandiri," katanya. Hingga saat ini, di Kota Magelang terbentuk lima e-Warong.

Salah satu KPM, Tumirah, mengaku terbantu kehidupan sehari-hari melalui BPNT setiap bulan.

Perempuan yang sehari-hari sebagai buruh cucian itu, berujar beras dan telur yang diterima dalam program itu bermanfaat untuk kebutuhan makan keluarganya.

"Iya, terima kasih sudah dibantu beras dan telur setiap bulan. Berasnya juga bagus, enak dimasak," ucap warga Kemirirejo, Kelurahan Magelang, itu. (hms)

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar