Akademisi ingatkan pentingnya pastikan kelancaran pasokan produk pangan

id lebaran

Akademisi ingatkan pentingnya pastikan kelancaran pasokan produk pangan

Suasana Pasar Manis Purwokerto yang menjual berbagai produk pangan kebutuhan masyarakat (wuryanti puspitasari)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah, Dr Abdul Aziz Ahmad mengingatkan perlunya memastikan kelancaran pasokan produk pangan untuk mengantisipasi  lonjakan harga menjelang Lebaran 2019.

"Jangan sampai ada gangguan pada pasokan produk khususnya yang berkontribusi penting pada inflasi seperti beras dan bahan pangan penting lain," katanya di Purwokerto, Selasa.

Aziz yang merupakan Ketua Program Studi S-3 Ilmu Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman tersebut juga mengingatkan mengenai pentingnya memperpendek rantai distribusi produk.

Selain itu, mengantisipasi dan mencegah penimbunan bahan pokok serta memastikan penegakan hukum pada aktivitas monopoli dan kartel.

"Dan tentu saja yang juga penting adalah mengefektifkan peran instansi terkait dalam menjaga pasokan produk bahan pangan," katanya.

Dia juga menjelaskan kenaikan harga saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, pada umumnya lebih bersifat musiman.

"Harga akan mengalami kenaikan saat bulan puasa dan akan kembali normal atau turun pada bulan-bulan sesudahnya," katanya.

Selain bulan Ramadhan, kata dia, lonjakan harga juga secara umum terjadi menjelang akhir tahun.

"Kenaikan harga pada bulan puasa biasanya lebih banyak diakibatkan oleh kenaikan konsumsi yang mendorong kelangkaan barang, atau juga karena dorongan harga dari sisi penawaran akibat konsumen menerima saja kenaikan harga karena dianggap fenomena tersebut biasa bahwa harga memang naik menjelang Lebaran," katanya.

Yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah mengenai adanya kemungkinan faktor pemicu lain.

"Apakah kenaikan harga musiman tersebut juga disertai oleh faktor pemicu lain, misalnya ada kebijakan yang bersifat inflasioner, atau gangguan yang muncul di bulan puasa dan berkontribusi memberi gangguan harga secara signifikan pasalnya hal tersebut bisa berdampak pada munculnya inflasi secara persisten dan inflasi yang sulit dikendalikan," katanya.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar