Wisata olahraga berpotensi tingkatkan perekonomian

id Kemenpora, wisata olahraga

Wisata olahraga berpotensi tingkatkan perekonomian

Bupati Batang Wihaji melakukan tes paralayang di Bukit Sikuping Kecamatan Banyuputih. (Foto Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga Kementerian Olahraga Republik Indonesia Raden Isnanta mengatakan wisata olahraga (Sport Tourism) berpotensi cukup besar untuk mengangkat perekonomian Indonesia.

"Kalau mau menggali ekonomi, potensinya ada di wisata karena berbicara (masalah) teknologi jasa kita masih kalah dengan Amerika Serikat dan Jepang. Oleh karena, kita kuatkan dengan industri pariwisata karena alam Indonesia tidak ada yang menandingi," katanya di Batang, Jumat.

Menurut dia, kejuaraan nasional Paraliding Trip Of Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Batang ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan potensi pariwisata di daerah yang dikemas melalui kegiatan olahraga.

Industri olahraga wisata, kata dia, kini menjadi program pemerintah, bahkan dalam dekat ini juga akan diselenggarakan kejuaraan dunia Motor GP di Mandalika.

"Industri olahraga wisata, kini menjadi alternatif kita untuk menggali potensi pendapatan. Oleh karena, semoga (kegiatan paralayang) di Kabupaten Batang bisa menjadi kota olahraga," katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan wilayah Batang memiliki pesona wisata mulai laut sampai pegunungan dengan potensi keindahanya, kesejukanya yang luar biasa.

Pada 1980 , kata dia, pemkab pernah memadukan potensi wisata dan olahraga gantole yang berlokasi di Obyek wisata kebun teh Pagilaran yang memiliki ketinggian mencapai 800 meter di atas permukaan air laut (Mdpl).

"Adapun kejuaraan paralayang yang diselenggarakan di objek wisata Bukit Sikuping, Kecamatan Banyuputih ini merupakan bagian dari sarana kita untuk mempromosikan pesona wisata untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022," katanya.

Ia menambahkan kegiatan Paraliding Trip Of Indonesia Seri I Batang diikuti 203 peserta paralayang Indonesia dan Korea Selatan Jo Sun Fhak.
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar