Pemkot Pekalongan bekali pegawai RSUD dengan kesiapsiagaan gempa

id Pemkot Pekalongan, pembekalan bencana

Pemkot Pekalongan bekali pegawai RSUD dengan kesiapsiagaan gempa

Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kota Pekalongan Joko Purnomo usai memberikan sambutan penanganan bencana di RSUD Bendan, Kamis (25/4). (ANTARA/Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah membekali 85 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Bendan Pekalongan dengan kesiapsiagaan terhadap gempa melalui pemberian teori dan simulasi kewaspadaan bencana alam itu.

Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Pemkot Pekalongan Joko Purnomo di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa wilayah itu memiliki kondisi geografis dan demografis yang memungkinkan terjadinya banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.

"Oleh karena itu, sebagai upaya mengantisipasi jumlah korban dan kerugian yang ditimbukan oleh bencana tersebut maka semua sektor harus dipersiapkan terkait kesiapsiagaan bencana, termasuk di RSUD," katanya.

Ia mengatakan rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan masyarakat yang tidak terlepas dari kemungkinan terjadi gempa bumi.

"Sudah menjadi keharusan pihak rumah sakit membuat perencanaan program persiapan penanggulangan keadaan darurat gempa dan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan," katanya.

Ia mengatakan simulasi itu penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya gempa yang dimungkinkan timbul serta mendorong upaya peningkatan tanggap darurat bencana di rumah sakit.

Kegiatan itu, katanya, juga untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan karyawan maupun karyawati rumah sakit agar selalu terasah, demi keselamatan dan keamanan jiwa manusia.

"Sesuai aturan yang dicanangkan oleh Kementerian PUPR menyebutkan imbauan bagi instansi yang memiliki bangunan gedung berlantai maka harus memenuhi persyaratan kebencanaan. Kami mendukung kegiatan simulasi ini agar para pegawai rumah sakit dapat memahami betul apa yang akan dilakukan ketika terjadi suatu bencana, khususnya gempa," katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Arif Mahanani mengatakan pada rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) ada beberapa instansi yang ingin melaksanakan simulasi gempa.

Direktur RSUD Bendan Junaedi Wibawa mengatakan RSUD perlu mempersiapkan kesiapsiagaan bencana, seperti regulasi sistem, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, khusus penyelamatan yang memadai.

"Kesiapsiagaan bencana yang perlu dipersiapkan adalah regulasi (sistem yang telah disusun secara terstruktur), sumber daya manusia karena belum semuanya mendapatkan pelatihan. Kami mohon kepada BPBD memberikan upaya keselamatan kepada pegawai maupun pasien, sarana dan prasarana penunjang khusus penyelamatan seperti tangga darurat, jalur penyelamatan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar