Pelanggan PLN diajak geser produksi di luar waktu beban puncak

id PLN, WBP

Pelanggan PLN diajak geser produksi di luar waktu beban puncak

Penandatanganan kesepakatan serentak program diskon LWBP oleh perwakilan industri (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - PT PLN (Persero) mengajak pelanggan dari sektor industri menggeser proses produksi dari waktu beban puncak (WBP) ke luar waktu beban puncak (LWBP) untuk menjaga operasional agar lebih konstan.

"Pada tahap pertama ini sudah ada 27 pelanggan yang menyepakati imbauan tersebut," kata Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta Mundhakir di sela penandatanganan di Kantor PLN Surakarta, Senin.

Berdasarkan data, dikatakannya kebutuhan daya listrik dari 27 pelanggan tersebut sebesar 91.429 KVA. Sebagaimana diketahui, waktu beban puncak mulai dari 17.00-22.00 WIB.

Ia mengatakan dengan bersedia mengalihkan produksi dari WBP ke LWBP maka pelanggan berhak memperoleh potongan tarif hingga 30 persen.

Program diskon 30 LWBP dengan menggeser pemakaian ke waktu beban puncak tersebut untuk memberikan kesempatan bagi industri atau dunia usaha lebih meningkatkan produksinya dengan biaya lebih rendah, sehingga perusahaan memperoleh nilai tambah dari penggeseran beban tersebut.

"Program ini akan kami mulai bulan depan. Pada dasarnya langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan keandalan mengingat beban puncak terus meningkat," katanya.

Ia mengatakan jika dibandingkan dengan bulan lalu, beban puncak harian di Wilayah UP3 Surakarta meningkat, yaitu dari 446 MW menjadi 464 MW. Menurut dia, kenaikan tersebut seiring dengan membaiknya iklim usaha.

"Oleh karena itu, kami berharap produksi di dunia usaha makin meningkat terus sehingga akan membawa dampak perbaikan baik dari sisi perekonomian secara umum maupun ke daerah. Dalam hal ini, penyediaan kelistrikan terus diperbaiki agar suplai makin baik sehingga produksi di dunia usaha tidak ada kendala," katanya.

Sementara itu, ke depan pihaknya akan menggandeng lebih banyak pelanggan industri yang merupakan kelompok menengah untuk mengikuti program tersebut. Berdasarkan data, dikatakannya, saat ini jumlah pelanggan industri di Wilayah UP3 Surakarta sebanyak 284 pelanggan dengan daya tersambung 392.481 KVA.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Operasional PT Esmalindo, Sukar, yang mengikuti program program tersebut mengatakan pergeseran waktu operasional dari WBP ke LWBP tidak berpengaruh pada perusahaan.

"Selama ini memang saat waktu beban puncak kami tidak ada produksi, kecuali misal siangnya listrik mati jadi kami harus mengejar produksi di waktu beban puncak," katanya.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah potongan tarif yang dilakukan oleh PLN karena akan meringankan biaya operasional perusahaan.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar