Antisipasi inflasi saat Ramadan, BI Purwokerto siapkan pasar murah

id antisipasi inflasi,bank indonesia purwokerto,agus chusaini

Antisipasi inflasi saat Ramadan, BI Purwokerto siapkan pasar murah

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Agus Chusaini. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto berupaya mengantisipasi terjadinya inflasi saat bulan Ramadan hingga Lebaran 2019 di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Kami telah menyiapkan kegiatan pasar murah sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya inflasi pada bulan Ramadan," kata Kepala KPw BI Purwokerto Agus Chusaini di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Dalam hal ini, kata dia, KPw BI Purwokerto akan terlibat dalam kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh masing-masing pemerintah kabupaten melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat.

Ia mengatakan pihaknya akan menyiapkan sekitar 500 paket sembako untuk dijual dalam kegiatan pasar murah di setiap kabupaten.

Lebih lanjut, Agus mengatakan berdasarkan data historis selama tiga tahun terakhir, beberapa komoditas yang perlu diwaspadai sebagai penyumbang inflasi khususnya menjelang atau selama bulan Ramadan hingga Lebaran di antaranya daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, daging ayam kampung, serta tarif angkutan antarkota dan angkutan udara.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mendorong TPID untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di daerahnya masing-masing dalam rangka mengantisipasi terjadinya inflasi selama Ramadan hingga Lebaran 2019.

"TPID juga bisa melakukan inspeksi mendadak di pasar-pasar tradisional untuk memantau perkembangan harga. Kami juga berupaya melakukan pengelolaan ekspektasi masyarakat dalam rangka pengendalian inflasi," katanya.

Menurut dia, fungsi Warung TPID juga akan kembali dioptimalkan untuk melakukan intervensi harga khususnya beras terutama saat bulan Ramadan hingga Lebaran.

Ia mengatakan hingga saat ini, di wilayah kerja KPw BI Purwokerto baru Kabupaten Cilacap yang membuka Warung TPID. "Bahkan, sampai sekarang telah ada sebanyak 10 Warung TPID yang tersebar di Pasar Gede, Pasar Sidodadi, dan Pasar Tanjungsari, Cilacap," katanya.

Dia mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sebagai bentuk dukungan terhadap pengendalian inflasi.

"Kami akan menggelar diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) dengan ulama dan tokoh masyarakat agar melakukan imbauan bijak berbelanja. Kami juga akan membuat iklan layanan masyarakat yang berisi imbauan untuk berbelanja dengan bijak," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar