KPU Surakarta pastikan persiapan logistik Pemilu 2019 aman

id KPU Surakarta , Persiapan logistik Pemilu 2019 sudah aman

KPU Surakarta pastikan persiapan logistik Pemilu 2019 aman

Sejumlah petugas KPU Surakarta saat mempersiapkan perlengkapan logistik kotak suara yang siap didistribusikan ke masing-masing PPS di Kota Solo, Senin. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kota Surakarta menyebutkan persiapan logistik baik surat suara dan perlengkapan lainnya untuk pelaksanaan Pemilu baik Pilpres maupun Pileg 2019 di Solo, sudah aman.

"Soal logistik pelaksanaan Pemilu di Solo, sudah aman, dan kini tahap pendistribusian ke panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat kelurahan," kata Koordinator Divisi Bidang Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Surakarta, Kajad Pamuji Joko Waskito, di Solo, Senin.

Menurut Kajad Pamuji, logistik setelah tiba di PPS-PPS kantor kelurahan masing-masing baru didistribusikan ke TPS-TPS pada H-1 pemungutan suara.

Selain itu, KPU melalui Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga saat ini, juga tahapan membagikan surat pemberitahuan penggunaan hak pilih ke TPS atau formulir C6. Formulir ini, sebagai alat mengundang pemilih untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar.

Menurut dia, dari formulir C6 tersebut, KPPS berharap pemilih untuk datang ke TPS, sehingga partisipasi masyarakat akan terpenuhi atau semua menggunakan hak pilih dengan baik, dan tidak ada golput.

Bagaimana mensosialisasikan pemilih yang tidak terdaftar DPT, tetapi memiliki KTP elektronik setempat. Pemilih ini, dapat masuk ke pemilih khusus yang dapat memberikan hak suara mulai pukul 12.00 WIB atau satu jam sebelum pemungutan ditutup di TPS setempat.

"Pemilih yang belum terdaftar dengan e-KTP alamat setempat, bisa memberikan hak pilihnya, sehingga partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini, dapat meningkat," katanya.

Dia mengatakan daftar pemilih tetap hasil perbaikan 3 (DPTPH-3) untuk Kota Solo, jumlah sama secara angka sebanyak 421.999 pemilih. Hasil pemilahan DPT tercatat pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 998 pemilih, dan mayoritas karena meninggal dunia. Pemilih TMS ini, hasil pemilahan DPT di KPPS sudah dicoret dengan kode 51.

Masyarakat yang pindah memilih keluar daerah atau masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) sebanyak 2.951 pemilih, sedangkan pindah memilih (DPTb) masuk 4.059 pemilih.

"Kami akan penuhi hak pilihnya, tetapi sesuai dengan surat pindah dari daerah pemilihan mana. Pemilih yang masuk atau menggunakan formulir A5 akan disebar ke sejumlah TPS lima kecamatan di Solo.

Menurut dia, dari melihat antusias masyarakat yang mengurus formulir A5 di Solo, akan lebih mudah mencapai jumlah partisipasi pemilih yang ditargetkan, yakni 77,5 persen. KPU optimistis partisipasi pemilih di Solo bisa memenuhi lebih dari 77,5 persen.

"Namun, kami perlu sampaikan yang namanya pindah memilih tidak hanya sekadar yang kami catat. Tetapi, ada juga pelayanan pemilih yang sedang sakit di rumah sakit. Pemilih yang sakit akan dilayani TPS terdekat sepanjang persediaan surat suara tersedia," katanya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar