Logistik pemilu di Banyumas mencukupi

id kpu banyumas,persiapan pemilu,logistik pemilu,pemilu 2019

Logistik pemilu di Banyumas mencukupi

Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif Setiadi. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memastikan logistik Pemilu Serentak 2019 untuk wilayah itu telah mencukupi kebutuhan, kata Ketua KPU Kabupaten Banyumas Imam Arif Setiadi.

"Surat suara yang mengalami kerusakan, sekitar 12.000 lembar, sudah ada gantinya. Penggantinya masuk kemarin, langsung dilipat, masuk kotak, dan langsung dikirim ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan)," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Ia mengatakan surat suara model braile yang ditujukan untuk penyandang tunanetra juga telah tercukupi, baik untuk surat suara pemilihan calon anggota DPD RI maupun surat suara pemilihan presiden.

"Surat suara model braile hanya untuk pemilihan DPD dan pemilu presiden," tegasnya.

Dengan tercukupinya logistik Pemilu Serentak 2019, kata dia, pihaknya telah mendistribusikannya ke PPK dan akan segera diteruskan ke panitia pemungutan suara di tingkat desa/kelurahan.

Dalam hal ini, lanjut dia, pendistribusian logistik pemilu dari PPK ke PPS dilaksanakan mulai hari Senin (15/4) dengan pengawalan petugas Kepolisian Resor Banyumas.

"Hari ini mulai pendistribusian dari PPK ke PPS dan diharapkan selesai pada tanggal 16 April atau H-1 Pemilu. Jadi kalau sampainya di PPS pagi, sorenya dikirim ke PPS," jelasnya.

Disinggung mengenai teknis pemungutan suara di rumah sakit, Imam mengatakan pihaknya telah menyerahkan skenarionya kepada PPK setempat karena kebutuhan di setiap rumah sakit berbeda-beda.

Menurut dia, hal itu didasari oleh jumlah pemilih dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) di wilayah tersebut.

"Untuk pelaksanaan pemungutan suara di rumah sakit, misalnya RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo nanti sistemnya 'keroyok' dari beberapa TPS yang ada di sekitarnya," katanya.

Terkait dengan DPTb khususnya di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu dan diketahui bahwa jumlah tenaga medis dan pegawai yang dinas pada hari H Pemilu lebih dari 300 orang.

"Skenarionya, nanti para dokter dan perawat akan dikumpulkan di beberapa ruangan untuk melaksanakan pemungutan suara," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar